MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Fahri Tak Menutup Kemungkinan GARBI Jadi Parpol

    Whisnu Mardiansyah - 13 Maret 2019 16:42 WIB
    Fahri Tak Menutup Kemungkinan GARBI Jadi Parpol
    Deklarator GARBI Fahri Hamzah - Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba.
    Jakarta: Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) ormas besutan mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta terus bermanuver politik. Hari ini beberapa pengurus GARBI bertemu Ketua DPR Bambang Soesatyo. 

    Salah satu deklarator GARBI Fahri Hamzah membantah kedatangan ke parlemen untuk mendulang dukungan. 
    "GARBI kan ormas dia bisa ketemu siapa saja tidak ada masalah ini bukan soal politik," kata Fahri di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. 

    Fahri mengaku GARBI gencar bersosialisasi memperkenalkan diri dari mulai tingkat pusat hingga daerah. Tujuannya tak lain agar organisasi yang dinilai tandingan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin dikenal publik. 

    "Mereka ingin kenalan dengan semua elite baik pusat maupun daerah," ujar Fahri. 

    Disinggung apakah GARBI akan bertransformasi menjadi partai politik, Fahri enggan berandai-andai. Namun, tidak menutup kemungkinan usai Pemilu 2019 nanti Fahri pikir-pikir ormasnya berubah menjadi parpol. 

    "Enggak (jadi parpol) nanti itulah nanti. Kita mau ada Pemilu, kita nggak mungkin ikut Pemilu orang nggak ada calegnya. Jadi kita silaturahim saja dahulu memperkenalkan diri ini loh kita dan seterusnya," ujar dia. 

    (Baca juga: Fahri Duga Banyak yang Tak Suka Garbi Membesar)

    Wakil Ketua DPR itu mengakui GARBI wadah kader-kader yang tak tertampung di PKS. Ia menegaskan keberadaan GARBI bukan untuk menandingi dan menggerus suara PKS. Keberadaan GARBI saat ini masih sebatas ormas.

    "Enggak ngapain pecah (suara) ini ormas kok. PKS-nya saja yang kurang memadai," ucap Fahri. 

    Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) dideklarasikan di lebih dari 50 Kabupaten/Kota di Indonesia per-Oktober 2018. Makassar, Sulawesi Selatan menjadi kota pertama yang mendeklarasikan GARBI. Entah kebetulan atau tidak, deklarasi itu muncul setelah pemecatan sejumlah pengurus DPW PKS Sulawesi Selatan.

    Konon, lokasi deklarasi GARBI di wilayah lainnya sejalan dengan wilayah DPW PKS yang pengurusnya dipecat oleh DPP PKS, seperti; Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan lain-lain.

    Sejak awal, banyak yang menganggap GARBI adalah bentuk perlawanan Anis Matta dan para loyalisnya terhadap DPP PKS. Mafhum, sejak Mohamad Sohibul Iman diangkat oleh Majelis Syuro PKS sebagai presiden partai, Anis Matta cs mulai dikucilkan.

    Gagasan pembaharuan yang diusung Anis disebut-sebut sebagai biang kekisruhan di tubuh partai Islam itu. Sejak 2013, saat dirinya menjabat sebagai Presiden PKS, Anis mencetuskan Arah Baru Indonesia (ABI). Gagasan ini juga disinergikan dengan ide pembaharuan partai secara kelembagaan.

    (Baca juga: PKS Dirongrong Garbi)
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id