comscore

Pansus Sebut Ada Pihak Coba Cari Keuntungan di Tanah Ibu Kota Negara

Kautsar Widya Prabowo - 17 Januari 2022 16:23 WIB
Pansus Sebut Ada Pihak Coba Cari Keuntungan di Tanah Ibu Kota Negara
Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Medcom.id/Cindy
Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menemukan sejumlah permasalahan saat kunjungan kerja (kunker) ke lokasi Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya permasalahan terkait pertanahan.

"Untuk wilayah yang 56 ribu hektare juga ketahuan, misal tiba-tiba dalam waktu delapan bulan ini, tadinya 2019 akhir di satelit itu kosong semua, tapi dalam waktu delapan bulan tiba-tiba ada kelihatan penghuni," ujar Ketua RUU IKN Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Januari 2022.
Doli menyebut pihaknya juga menemukan sebuah perusahaan mengatasnamakan pemerintah mengelola tanah IKN seluas satu hektare. Namun, dia memastikan sejauh ini tidak ada permasalahan sengketa tanah dengan masyarakat setempat dan perusahaan swasta.

Politikus Golkar itu juga telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah setempat. Dia menginginkan persoalan tanah ini dapat terselesaikan.

"Ini juga sebetulnya satu sisi clear tapi juga ada yang berupaya untuk main-main. Mau ambil keuntungan dan segala macam. Jadi, saya kira itu akan menjadi perhatian kita semua," tutur dia.

Sebelumnya, pemerintah meminta Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) mengatur jelas tanah yang akan digunakan sebagai Ibu Kota. Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa.

"Apabila ada tanah (milik masyarakat) yang misalnya masuk di dalam cakupan wilayah (IKN) kemudian diperlakukan seperti apa, bagaimana norma itu harus diatur," ujar Suharso dalam rapat kerja Panja RUU IKN di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Desember 2021.

Suharso menilai masyarakat setempat harus menikmati kehadiran IKN, bukan sebaliknya. Sebab, ia menemukan ada beberapa lokasi yang beririsan dengan wilayah masyarakat.

Baca: Tambang Ilegal di Kaltim Ancam Pembangunan Ibu Kota Baru
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id