Terpopuler Nasional: Calon Panglima TNI Hingga Emas Senilai Rp6 Miliar Dicuri

    Nur Azizah - 09 Oktober 2021 06:43 WIB
    Terpopuler Nasional: Calon Panglima TNI Hingga Emas Senilai Rp6 Miliar Dicuri
    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto/Dok TNI.



    Jakarta: Istana tak terburu-buru mengirimkan Surat Presiden (Surpres) soal calon Panglima TNI. Masih ada waktu mencari pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
     
    "Kita masih ada waktu sampai masuk pensiun Panglima di akhir November 2021," kata Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara Faldo Maldini saat dihubungi, Jumat, 8 Oktober 2021.
     
    Faldo mengatakan pemerintah fokus mengolah sumber daya untuk bangkit dari pandemi covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tak gegabah menentukan Panglima TNI yang baru.

    Baca: PR Besar Calon Panglima TNI
     
    "Kalau sudah nampak tanda-tandanya pasti langsung diumumkan, tidak mungkin diam-diam," papar dia.
     
    Menurut Faldo, penggantian Panglima TNI tak terkendala bila dilihat dari alur waktu. Pemerintah juga masih menunggu jadwal DPR untuk bersidang.
     
    "Masih ada waktu mencari perwira terbaik yang ingin mengorbankan dirinya untuk membawa Indonesia bangkit dari pandemi. Tugas berat ini," tutur dia.
     
    Baca selengkapnya di sini

     



    Berita terkait bursa calon Panglima TNI menjadi artikel paling banyak dibaca di Kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang juga menarik pembaca terkait tewasnya lima pekerja instalasi optik di Cipondoh, Tangerang.

    Pihak Telkom Akses Witel Tangerang menyebut kejadian yang menewaskan lima orang di dalam gorong-gorong instalasi optik di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, kecelakaan kerja.
     
    Manager Shared Service Telkom Akses Witel Tangerang, Armunanto, mengatakan tiga dari lima orang yang tewas merupakan mitra kerjanya.
     
    "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya tiga karyawan mitra kerja perusahaan saat melakukan perbaikan manhole di lokasi Taman Royal, Kota Tangerang. Peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja," kata Armunanto dalam keterangan pers, Jumat, 8 Oktober 2021.

    Baca: Pekerja Tewas di Gorong-gorong, Polisi Panggil Telkom
     
    Armunanto menuturkan pihaknya memprioritaskan pemakaman terhadap para korban yang meninggal. Bahkan pihaknya pun menjamin sepenuhnya semua hak karyawan akan terpenuhi atas kejadian tersebut.
     
    "Semoga ke depannya tidak akan terulang kejadian serupa sesuai komitmen perusahaan untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan," jelasnya.
     
    Baca selengkapnya di sini

    Berita lain yang tak kalah menarik perhatian pembaca terkait karyawan membawa kabur emas senilai Rp6 Miliar. Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap DJ, 38, karyawan perusahaan emas di Surabaya. Penangkapan dilakukan lantaran pria asal Aceh itu membawa kabur 9 kilogram emas senilai Rp6 miliar.
     
    "Selain DJ, tersangka lainnya yang ditangkap adalah SB, 34, warga asal Kediri sebagai penadah," kata Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, di Mapolda Jatim, Jumat, 8 Oktober 2021.
     
    Baca: Oknum Honorer Gondol 378 Unit PC Tablet Milik Sekolah

    Slamet mengatakan kedua pelaku berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda. Polisi menangkap DJ di sebuah kafe apartemen di Jalan MH Thamrin, Tangerang, pada 1 Oktober 2021. Keesokan harinya tersangka SB ditangkap di Pasar Wadung Asri, Waru, Sidoarjo.
     
    DJ merupakan karyawan perusahaan emas yang bertugas sebagai kurir di PT Indah Golden Signature (IGS). Dia membawa kabur emas yang sudah dimurnikan di Toko Emas Sumber Baru di Pasar Atom, Surabaya.
     
    "Pelaku ini awalnya mendapat tugas dari perusahaan untuk mengambil emas, namun ternyata malah dibawa kabur. Pelaku sempat berputar-putar di wilayah Sidoarjo untuk menjual emasnya, dengan cara dipotong beberapa bagian," jelasnya.
     
    Emas curian yang sudah dipotong-potong itu dibeli oleh SB seharga Rp8 juta seberat 20 gram. Dia juga menjual sisa emasnya di Pasar Stasiun Tangerang, Banten. "Kerugian yang dialami PT IGS sebesar Rp6 miliar," ungkap Slamet.
     
    Atas perbuatannya DJ dijerat pasal 374 KUHP subsider Pasal 372 KUHP terkait Penggelapan dengan ancaman lima tahun penjara, sedangkan SB dijerat Pasal 480 tentang Penadahan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id