KSP Bantah Peniadaan Haji karena Lobi Lemah

    Theofilus Ifan Sucipto - 04 Juni 2021 19:22 WIB
    KSP Bantah Peniadaan Haji karena Lobi Lemah
    Ilustrasi Haji/AFP



    Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) membantah peniadaan ibadah Haji 2021 karena lemahnya lobi ke pemerintah Arab Saudi. Kebijakan itu dinilai solusi terbaik di tengah pandemi covid-19.

    “Pembatalan ibadah haji ini tidak ada hubungan dengan kuat lemahnya lobi,” kata tenaga ahli utama Kedeputian V KSP bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan HAM, Rumadi Ahmad, dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Rumadi menyebut pemerintah Arab Saudi telah membuat keputusan resmi ihwal kuota haji untuk berbagai negara. Indonesia disebut tak mendapat kuota.

    Dia merespons rumor yang menyebut Indonesia tak kebagian kuota haji karena belum membayar tunggakan ke pemerintah Arab Saudi. “Hal itu sama sekali tidak benar,” tegas Rumadi.

    Rumadi mengatakan peniadaan ibadah Haji 2021 adalah keputusan tepat. Namun, dia mafhum ada masyarakat yang kecewa lantaran ini tahun kedua pemerintah tak memberangkatkan jemaah haji.

    “Tapi saya juga yakin masyarakat bisa memahami situasi sulit yang kita hadapi karena pandemi covid-19,” papar dia.

    Baca: Penarikan BPIH Tak Menghilangkan Status Calon Jemaah Haji

    Selain itu, Rumadi memastikan hubungan Indonesia dengan Arab Saudi tetap baik. Dia mengimbau masyarakat tak terpengaruh hoaks.

    Pemerintah resmi membatalkan penyelenggaraan Haji 2021. Pembatalan haji tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama (Menag) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.
     
    "Bahwa menunaikan haji adalah wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik serta terjaminnya kesehatan keselamatan dan keamanan jemaah haji selama berada di embarkasi atau debarkasi, di perjalanan, di Arab Saudi," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juni 2021.

    Pemerintah melihat kondisi kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji. Sebab, saat ini seluruh negara tengah menghadapi pandemi covid-19 beserta varian barunya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id