Belajar dari JK Soal Penaikan Harga BBM

    Sri Yanti Nainggolan - 28 Juli 2020 17:47 WIB
    Belajar dari JK Soal Penaikan Harga BBM
    Wakil Presiden periode 2014-2019, Jusuf Kalla/Medcom.id
    Jakarta: Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla, menyebut seorang pemimpin harus mengambil keputusan di saat yang tepat. Ia mencontohkan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2005.

    Negara mengalami defisit besar karena subsidi yang tinggi saat itu. Satu-satunya cara adalah menaikkan harga BBM hingga 125 persen, dari Rp2.400 menjadi Rp4.500 per liter.

    "Karena menurut saya, berdasarkan perhitungan, masyarakat bisa bayar. Tapi butuh waktu yang tepat," kata dia dalam webinar Ultimate Minds, Selasa, 28 Juli 2020. 

    Baca: Tips Menjadi Pemimpin Ala JK

    Pemerintah, kata dia, mengumumkan penaikan itu dua hari sebelum Ramadan 2005. Alasannya, masyarakat hanya makan dua kali sehari. Kemudian, umumnya orang tak bepergian saat berpuasa. 

    Kemungkinan untuk unjuk rasa pun kecil saat ramadan. "Demo satu kali, habis itu orang diam semua. Karena timing (waktu) yang tepat," kata dia. 

    Strategi lain yang digunakan JK yakni menaikkan harga di hari Jumat. Dia menyebut masyarakat tidak banyak keluar pada esoknya yang jatuh di akhir pekan. 

    "Jadi sekali lagi, pemerintah memang mengambil keputusan itu dan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab," tambah dia.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id