Pengamat: Pencegahan Kerumunan Rizieq Seharusnya dengan Ultimatum

    Theofilus Ifan Sucipto - 22 November 2020 14:58 WIB
    Pengamat: Pencegahan Kerumunan Rizieq Seharusnya dengan Ultimatum
    Direktur Eksekutif Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Terimbas Kerumunan Rizieq,’ Minggu, 22 November 2020. Dok. Medcom.id
    Jakarta: Direktur Eksekutif Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pemerintah seharusnya mengeluarkan ultimatum untuk mencegah kerumunan simpatisan Muhammad Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Namun, hal itu tidak dilakukan sehingga kerumunan massa tak terelakkan.

    “Harusnya jauh-jauh hari kenapa tidak diultimatum, siapa pun yang melanggar protokol kesehatan akan ditindak sesuai prosedur tetap (protap),” kata Adi dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Terimbas Kerumunan Rizieq,’ Minggu, 22 November 2020.

    Menurut dia, kerumunan massa Rizieq terjadi akibat kurang tegasnya pemerintah. Dia menilai pemerintah seharusnya mendatangi Rizieq mengingatkan agar tidak menggelar acara yang mengundang kerumunan massa, seperti pernikahan anaknya di Petamburan, Jakarta Barat.

    “Seharusnya kepolisian, TNI, dan pemerintah datang untuk bilang jangan gelar resepsi saat pandemi,” ujar dia.

    Baca: Ombudsman Nilai Pemerintah Mengentengkan Pencegahan Kerumunan Rizieq

    Adi menyarankan pemerintah dan aparat adil dalam menindaklanjuti kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Dengan begitu, tidak muncul stigma pemerintah pusat hanya menghukum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Rizieq.

    “Siapa pun ke depannya kalau berkerumun, panggil. Supaya tidak ada kesan tebang pilih dalam hukum,” tutur Adi.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id