Politik Uang dan Netralitas ASN Rawan Terjadi di Pilkada 2020

    Whisnu Mardiansyah - 26 November 2019 14:17 WIB
    Politik Uang dan Netralitas ASN Rawan Terjadi di Pilkada 2020
    Komisiner Bawaslu Mochammad Afifuddin. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti dua faktor kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Politik uang masih menjadi faktor paling rawan. 

    "Politik uang dianggap menjadi salah satu isu yang paling 'meriah' di pelaksanaan pilkada. Meskipun banyak juga temuan yang sudah kita tindaklanjuti bisa diputus sampai inkrah sebagian dan sebagian kurang bukti," kata Komisiner Bawaslu Mochammad Afifuddin kapada Medcom.id, Selasa, 26 November 2019.

    Bawaslu masih memetakan wilayah-wilayah rawan potensi politik uang. Afif menyebut Satuan Tugas (Satgas) pencegahan politik uang bakal dibentuk di wilayah rawan sebelum proses tahapan Pilkada Serentak 2020 dimulai.

    Kedua, Bawaslu mewaspadai netralitas ASN di sejumlah provinsi, kabupaten/kota penyelenggara Pilkada Serentak 2020. Khususnya, di wilayah dengan calon petahana. 

    "Ada calon yang kemudian menggerakkan ASN bisa jadi. Atau mantan pejabat potensi itu sedang dikumpulkan datanya," terang Afif.

    Bawaslu juga tengah mendeteksi calon-calon yang akan berkontestasi di Pilkada 2020. Data itu kemudian dikaji dari aspek kerawanan, yakni politik uang, netralitas ASN dan calon kandidat. 

    "Kita kumpulkan datanya sudah beririsan dengan potensi calon. Termasuk potensi calon tunggal besar juga itu kita petakan semuanya," tutur dia. 

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id