Indonesia Dinilai Punya Cukup Dana untuk Menangani Covid-19

    Medcom - 26 Maret 2020 19:22 WIB
    Indonesia Dinilai Punya Cukup Dana untuk Menangani Covid-19
    Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah diminta tidak mengambil tawaran bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) ataupun Bank Dunia untuk penanggulangan covid-19. Dana yang dimiliki Indonesia dinilai masih cukup untuk menangani penyebaran virus korona.

    “Saya minta Menteri Keuangan RI (Sri Mulyani), jangan menggunakan bantuan IMF dan World Bank untuk menanggulangi covid-19,” ujar Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    IMF menyiapkan USD1 triliun untuk negara anggotanya yang menghadapi virus korona. Bank Dunia juga menyiapkan USD14 miiliar untuk paket pembiayaan jalur cepat bagi negara menghadapi pandemi global itu.

    Menurut Misbakhun, pemerintah memiliki cukup uang tanpa harus mengutang ke IMF atau Bank Dunia. Dia mencontohkan dana saldo anggaran lebih (SAL) dari akumulasi sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) 2019, dan anggaran yang disisihkan pemerintah sebagai dana abadi untuk keperluan cadangan.

    Misbhakun mengatakan pemeritah juga masih memiliki dana dari pungutan bea ekspor sawit di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),  dana lingkungan hidup di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Dana Riset Perguruan Tinggi, serta dana dari Surat Utang Negara (SUN).

    “Termasuk dana APBN yang ada BA99 yang selama ini dikelola oleh menteri keuangan selaku bendahara umum negara," kata dia.

    Pemerintah, lanjut dia, juga memiliki dana milik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencapai Rp 150 triliun. Menurut dia, pemerintah bisa meminjam dana milik LPS untuk cadangan darurat bila ada keperluan mendadak. "Posisinya sedang tidak digunakan dan siap dipinjam oleh negara bila memang diperlukan," ujar dia.

    Baca: Kasus Positif Korona Jadi 893, 78 Meninggal

    Misbakhun mengatakan Indonesia juga masih punya cadangan devisa (cadev). Bank Indonesia mengelola cadev sebesar USD130 miliar. Pemerintah cukup menerbitkan open end SUN agar dibeli BI dengan bunga di bawah lima persen.

    "Kalau pemerintah menerbitkan SUN senilai USD20 miliar saja, dengan kurs dolar AS setara Rp16.800 saja akan memperoleh dana Rp336 triliun, jumlah yang sangat besar dan memadai untuk menanggulangi covid-19 di Indonesia tanpa harus mengutang ke IMF dan World Bank," papar dia.

    Misbakhun menyebut pemerintah justru akan diuntungkan jika tidak mengutang ke IMF dan Bank Dunia. "Karena kita tidak terjebak pada bantuan IMF dan World Bank yang sering mengikat pada kebijakan dan policy ekonomi dan politik Indonesia di masa depan," ujar dia.

    Misbakhun juga mewanti-wanti pemerintah tidak menerbitkan global bond saat pasar sedang terimbas covid-19. Sebab, biaya imbal balik atau rate return dari SUN yang diterbitkan pemerintah akan sangat mahal.

    "Penerbitan global bond pada masa-masa seperti ini akan menjadi kesempatan bagi fund manager asing untuk memeras institusi negara yang sedang membutuhkan uang untuk likuiditas jangka pendek dalam rangka mengatasi kebutuhan belanja negara yang mendesak," kata dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id