Wapres: Indonesia Bukan Negara Islam

    Kautsar Widya Prabowo - 01 April 2021 19:21 WIB
    Wapres: Indonesia Bukan Negara Islam
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Asdep KIP Setwapres)



    Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan Indonesia bukan negara Islam. Indonesia berideologi Pancasila meski mayoritas penduduknya Muslim.

    "Dasar negara kita adalah Pancasila, sebagai suatu kesepakatan nasional yang disusun oleh para pendiri bangsa guna mengakomodasi keberagaman karakteristik segenap rakyat Indonesia untuk hidup bersama dalam bingkai NKRI," ujar Ma'ruf dalam Perayaan Paskah Lintas Umat Beragama Tahun 2021 secara virtual, Kamis, 1 April 2021.






    Ma'ruf meminta setiap masyarakat dapat menghormati kebinekaan yang ada dengan menjaga persatuaan antarumat beragama. Kebinekaan merupakan fondasi bagi bangsa Indonesia tetap kokoh. 

    "Keberhasilan Indonesia dalam merawat dan menjaga harmoni di antara keberagaman agama penduduknya selama 75 tahun kemerdekaan dinilai dunia sebagai contoh yang patut ditiru," tuturnya. 

    Bagi sebagian negara, tidak mudah mempraktikkan konsep keberagaman dalam pemerintahan, hukum, dan perundang-undangan. Bahkan dalam memberikan hari libur nasional, Indonesia mencerminkan heterogenitas agama masyarakat.

    "Kesemuanya itu sepatutnya menjadi kebanggaan bagi kita semua, sekaligus sebagai pengingat untuk terus merawat dan menjaga  keberlanjutannya," jelasnya.

    Baca: Upaya Menangkal Radikalisme Dipastikan Terus Dilakukan Pemerintah

    Sejumlah aksi terorisme terjadi di beberapa wilayah. Pertama, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 26 Maret 2021. Aksi teror itu dilakukan sepasang suami istri yang masih muda dan menyebabkan 20 orang mengalami luka berat dan ringan.

    Teranyar, baku tembak terjadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu, 31 Maret 2021.

    Awalnya, terdengar suara tembakan dua kali dari dalam gedung Bareskrim. Kemudian suara lain yang diduga tembakan susulan. Berdasarkan hasil forensik, pelakunya seorang perempuan, ZA, 25. ZA terpapar ideologi radikal kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id