Arief Sulistyanto, Mengungkap Kasus Munir Hingga Masuk Bursa Calon Kapolri

    Cindy - 10 Januari 2021 04:06 WIB
    Arief Sulistyanto, Mengungkap Kasus Munir Hingga Masuk Bursa Calon Kapolri
    Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto. Antara/Jessica Wuysang.
    Jakarta: Nama Komisaris Jenderal (Komjen) Arief Sulistyanto diajukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai salah satu calon Kapolri. Arief saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat Polri).

    Jabatan tersebut diembannya sejak 22 Januari 2019. Perwira Tinggi (Pati) Polri itu lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 24 Maret 1965.

    Arief merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1987 dan memiliki pengalaman di bidang reserse. Arief adalah senior dibanding empat calon Kapolri lainnya.

    Arief mengawali karirnya sebagai Pamapta Polresta Surabaya Selatan pada 1987. Sepak terjang Arief di Jawa Timur membuat dirinya ditarik ke Ibu Kota.

    Arief pernah menjabat sebagai Kaur Binps Puskodal Ops Polres Jakarta Barat pada 1995, Kapolsek Bekasi pada 1996, dan Kapolsek Metro Pasar Minggu pada 1998. Kemudian menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada 1999 dan Staf Pribadi Wakapolri pada 2000.

    Arief juga pernah menjabat sebagai Kapolres Indragiri Hilir pada 2003 dan Kapolres Tanjung Pinang pada 2005 sebelum ditarik kembali ke Jakarta. Arief dipercaya menjabat sebagai Kepala Subbagian Prodsus bagian Produk Roanalisis Badan Reserse Kriminal Polri pada 2006.

    Nama Arief kemudian dikenal publik pada 2007, saat mengungkap kasus Munir. Awalnya, kasus mandek saat Pollycarpus hanya dinyatakan terbukti memalsukan surat dengan hukuman dua tahun penjara.

    Polri kembali menyelidiki kasus tersebut atas tuntutan masyarakat. Pollycarpus pun terbukti sebagai pembunuh Munir dan divonis 14 tahun penjara.

    Baca: Listyo Sigit Prabowo, dari Ajudan Jokowi Hingga Masuk Bursa Kapolri

    Saat itu dia menjabat sebagai Kanit II Dit II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri. Arief kemudian diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri selama empat tahun.

    Pada 2014, Arief mendapat tugas baru sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Kemudian, Arief dipercaya sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen pada 2016 dan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) pada 2017.

    Pada 2018, Arief diangkat menjadi Kepala Bareskrim Polri. Satu tahun bertugas, Arief diangkat menjadi Kalemdiklat Polri.  

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut ada lima nama calon Kapolri yang diajukan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Kelima orang ini dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas dan jam terbang.
     
    Kelima nama tersebut, yaitu Gatot dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komnjen Boy Rafly Amar. Selanjutnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id