Wapres: Libur Maulid Nabi Digeser untuk Hindari Penularan Covid-19

    Emir Chairullah - 17 Oktober 2021 12:25 WIB
    Wapres: Libur Maulid Nabi Digeser untuk Hindari Penularan Covid-19
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.



    Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjelaskan alasan pemerintah menggeser hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebijakan itu diambil dengan pertimbangan agar tak ada lonjakan kasus covid-19 akibat pergerakan nassa yang besar.

    “Sudah beberapa kali kita menggeser (hari libur nasional) untuk menghindari orang memanfaatkan hari kejepit itu. Oleh karena itu, alasannya itu supaya walaupun memang sudah rendah, tapi tetap kita antisipatif (penularan covid-19),” tutur Ma'ruf usai olahraga pagi di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang, Minggu, 17 Oktober 2021.

     



    Ma'ruf menjelaskan pemerintah tidak ingin pelonggaran justru menyebabkan terjadinya lonjakan kasus penyebaran virus covid-19. Dia mencontohkan lonjakan kasus covid-19 di India akibat adanya pelonggaran aktivitas masyarakat.

    “India itu kan ketika dia sudah rendah kemudian terjadi pelonggaran-pelonggaran bahkan ada acara keagamaan, akhirnya naik lagi. Kita tidak ingin itu terulang di kita Indonesia,” tegas Ma'ruf.

    Baca: Libur Maulid Nabi 2021 Digeser, Ini Daftar Hari Besar Nasional Sepanjang Oktober

    Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Muhadjir menyampaikan riset yang dilakukan menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat memanfaatkan hari kejepit untuk memperpanjang libur.

    Dengan demikian, lanjut dia, keputusan pemerintah menggeser hari libur nasional adalah untuk mengurangi pergerakan massa secara besar di waktu yang sama. “Jadi mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan memang pertimbangannya semata-mata adalah untuk menghindari masa libur yang panjang, karena di celah antara hari libur dengan libur reguler itu ada hari kejepit, yaitu hari Senin,” ungkap Muhadjir.

    Menurut Muhadjir, pemerintah sudah mengalami berkali-kali peristiwa libur panjang yang diikuti pergerakan orang secara besar-besaran. Dampaknya, kasus covid-19 meningkat tajam.

    “Memang banyak yang menyatakan ini kan sudah mulai turun, ya justru dengan keadaan turun itu kita tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman setiap turun kemudian kita membiarkan libur panjang tanpa ada intervensi kebijakan itu akan diikuti dengan kenaikan kasus,” ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id