Haji Dibatalkan, Pemerintah Mesti Menenangkan Hati Calon Jemaah

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Juni 2021 13:31 WIB
    Haji Dibatalkan, Pemerintah Mesti Menenangkan Hati Calon Jemaah
    Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Gagal Haji, Pandemi atau Lemah Diplomasi?', Minggu, 6 Juni 2021.



    Jakarta: Teknis penyelenggaraan haji diapresiasi meski berujung pembatalan. Namun, pemerintah dinilai belum memberikan ketenangan kepada calon jemaah haji yang kembali gagal berangkat.

    "Pemerintah baik itu Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam tidak memberikan ketenangan hati," kata anggota Komisi I Muhammad Farhan dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Gagal Haji, Pandemi atau Lemah Diplomasi?', Minggu, 6 Juni 2021.

     



    Ketenangan hati yang dimaksud Farhan yakni menyeimbangkan narasi informasi terkait kebijakan haji oleh Arab Saudi dengan ajaran agama. Misalnya, memaknai haji dari cerita Nabi Muhammad Saw.

    "Ada preseden yang sudah dilakukan baik oleh pemerintah Arab Saudi di masa modern atau sunah rasul. Itu penting kita suarakan," ucap Farhan.

    (Baca: Pemerintah Getol Diplomasi Sebelum Putuskan Tunda Haji)

    Politikus NasDem itu menilai narasi-narasi menenangkan penting disuarakan pemerintah termasuk ulama. Terlebih, kepada calon jemaah yang mulai merasa kecewa.

    "Sekarang ini orang bukan tenang, orang sekarang itu pasrah, sedih. Kalau dua tahun (haji dibatalkan) dipendam tidak ada kepastian, meledak loh," ujar Farhan.

    Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama, Khoirizi, menegaskan narasi-narasi tersebut sudah dilakukan melalui keterangan di media. Dia menyadari psikologi yang dialami jemaah.

    Khoirizi mengaku kecewa haji kembali dibatalkan. Namun, dia menyebut keputusan itu sudah dipertimbangkan matang jauh-jauh hari.

    "Dua bulan lalu (tim) untuk melihat ke sana (Arab Saudi) tidak bisa. Laillahaillah muhammad darasulullah, apa yang kurang kami lakukan? Tapi sekali lagi segala kelemahan timbul dari diri Khoirizi," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id