GBHN Bukan Jaminan Pembangunan Nasional Berlanjut

    Whisnu Mardiansyah - 14 Agustus 2019 22:06 WIB
    GBHN Bukan Jaminan Pembangunan Nasional Berlanjut
    Pengamat hukum tata negara Universitas Andalas Feri Amsari. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Pengamat hukum tata negara Universitas Andalas Feri Amsari menilai, rancangan pembangunan nasional yang tidak berkesinambungan tidak bisa dijadikan alasan ingin menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN). GBHN bukan jaminan pembangunan nasional bisa berkelanjutan. 

    "Malah waktu GBHN ditetapkan pembangunan itu tidak berkesinambungan, misalnya masa Orde Lama, Orde Baru, coba contohkan apa yang bisa membuktikan dengan keberadaan GBHN ada pembangunan yang berkelanjutan," kata Feri saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 14 Agustus 2019. 

    Malahan, kata Feri, GBHN justru kerap dijadikan alat politik penguasa demi melegitimasi kebijakan mereka yang bertentangan dengan undang-undang. Padahal, Undang-Undang Dasar merupakan alat ukur konstitusi semua proses penyelenggaraan ketatanegaraan. 

    "Ada potensi lebih sedikit penyimpangan dan tidak berkesinambungan. Sepanjang bisa dikoreksi oleh DPR. Sekarang kan alat cek dan riceknya tidak bekerja, DPR punya muatan politis," terang Feri. 

    PDI Perjuangan getol menyuarakan melakukan amendemen terbatas UUD 1945 di periode kepengurusan parlemen mendatang. Draf amendemen terbatas ini tengah dibahas. 

    Baca: GBHN Dicurigai Jadi Alat 'Menyetir' Presiden

    Salah satu tujuannya, ingin menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Usulan ini menjadi salah satu keputusan sidang paripurna VI dalam Kongres V PDIP di Bali, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Untuk mengembalikan GBHN diperlukan penguatan fungsi MPR. Wakil Ketua MPR dari PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, menyebut akan ada usulan untuk penataan kewenangan serta fungsi lembaga MPR. Sebab, yang akan diatur dalam GBHN adalah lembaga negara yang wewenangnya diberikan UUD.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id