Satgas Lawan Covid-19 DPR Diprotes Impor Jamu dari Tiongkok

    Anggi Tondi Martaon - 28 April 2020 00:32 WIB
    Satgas Lawan Covid-19 DPR Diprotes Impor Jamu dari Tiongkok
    Ilustrasi jamu. MI Fransisco Carollio
    Jakarta: Gabungan Pengusaha (GP) Jamu kecewa Satgas Lawan Covid-19 DPR mengimpor jamu dari Tiongkok. Impor disebut dalam jumlah besar.

    "Terus terang kami keberatan jamu kami di Indonesia tidak dianggap oleh Satgas DPR, saya mohon segera dikoreksi," kata Ketua GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi saat rapat virtual dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin, 27 April 2020.

    Dwi menyebut kandungan jamu yang didatangkan dari Negeri Tirai Bambu itu sama dengan yang diproduksi oleh industri lokal. Dia kecewa Satgas Lawan Covid-19 DPR tidak mengonsultasikan aktivitas impor jamu tersebut. Terutama, dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun industri jamu dalam negeri.

    Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania menyampaikan produk jamu impor dari Tiongkok belum melalui uji klinis. Produk tersebut hanya berdasarkan testimoni dari pasien covid-19 (korona).

    "Di Tiongkok baru berupa testimoni dari pasien yang menerima obat tradisional dan menyatakan kesembuhan, kemudian dicatat pemerintah China," kata Inggrid.

    Inggrid mengaku telah mengkaji dari berbagai jurnal. Ternyata, obat tradisional yang didonasikan ke rumah sakit rujukan oleh Satgas Lawan Covid-19 DPR adalah jamu masuk angin.

    (Baca: Korona Merebak Jadi Momentum Konsolidasi Produk Herbal)

    "Kalo saya lihat jamu Indonesia masuk anginnya banyak, kenapa harus pakai ini," kata Inggrid.

    Sementara itu, anggota Komisi IV DPR Andre Rosiade mengklaim jamu yang diimpor memiliki 15 kandungan yang 13 bahan bakunya dari lokal dan dua harus diimpor dari Tiongkok. Adapun jamu tersebut diracik di dalam negeri oleh dokter TCM yang punya izin dari Kementerian Kesehatan.

    "Kenapa Satgas lawan covid-19 DPR rekomendasi itu? Karena herbal vit-19 teruji bisa menyembuhkan. Salah satu pimpinan DPR bersama enam anggota keluarga terpapar korona, setelah minum itu herbal vit-19 sembuh," kata Andre.

    Politikus Gerindra itu menyampaikan tidak ada niat Satgas Lawan Covid-19 DPR mengabaikan industri lokal. Donasi tersebut atas dasar sukarela dari anggota dewan membantu penanganan pandemi korona.

    "Ini adalah aksi spontan tanpa menggunakan APBN dan meringankan beban bukan untuk mengganggu industri lokal," ujar Andre.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id