comscore

Komisi I Berharap Program BAKTI Kominfo Tak Terhambat

Antara - 09 April 2022 07:19 WIB
Komisi I Berharap Program BAKTI Kominfo Tak Terhambat
Ilustrasi Kompleks Parlemen Senayan. Medcom.id/Githa Farahdina
Jakarta: Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid berharap program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dapat terlaksana. Penambahan satelit melalui program itu dibutuhkan mengingat penggunaan internet yang sudah cukup padat.

"Konten-konten yang sekarang tidak lagi teks, video, dan lain-lain memerlukan bandwidth yang lebih besar dan ini kelihatannya yang dilakukan bandwidth-nya sudah cukup penuh. Yang dilakukan oleh BAKTI yang digunakan secara gratis oleh masyarakat, baik itu tenaga kesehatan maupun murid-murid di sekolah-sekolah," kata Meutya dikutip dari Antara, Sabtu, 9 April 2022.
Meutya menjelaskan Komisi I DPR membuat panja untuk dukungan internet, pemerataan internet yang dilakukan oleh Kemenkominfo, khususnya oleh BAKTI di seluruh Indonesia.

Baca: Menkominfo Dorong BAKTI Kominfo Lebih Inovatif dan Produktif

"Jadi, kami ini dalam rangka masukan untuk panja sebetulnya pelaksanaannya sudah seperti apa, kalau ada kendala, kendalanya seperti apa? Termasuk misalnya dukungan-dukungan anggaran," kata dia.

Misalnya, diperlukan lebih banyak titik, menurut dia, berarti juga harus memikirkan tidak hanya fungsi pengawasan, tetapi fungsi penganggarannya seperti apa.

"Jadi, kurang lebih seperti itu dan kami akan ke beberapa titik, Sumatra Utara salah satunya," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas mendorong BAKTI selalu intensif melakukan sinergi dan koordinasi dengan para operator seluler. Mengingat daerah-daerah blank spot yang belum tertangani oleh operator seluler BAKTI saat ini belum seluruhnya tertangani.

Ia juga menyebutkan masih banyak daerah yang memiliki kelambanan dalam jaringan internetnya meskipun di daerah-daerah tersebut sudah ada VSAT atau stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari 3 meter.

Diharapkan pula alokasi anggaran pemerintah yang sudah digunakan oleh BAKTI untuk bangun proyek multinasional itu benar-benar dirasakan manfaatnya dan maksimal dalam penyediaan akses internet dan juga layanan telekomunikasi.

BAKTI memiliki sebaran Nasional Akses Internet BLU BAKTI dengan total 15.827 titik layanan akses internet, sebanyak 40,18 persen untuk pendidikan, 27,20 persen untuk kantor pemerintahan, dan 24,77 persen untuk pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, 2,98 persen untuk tempat ibadah, 2,41 persen untuk pusat kegiatan masyarakat, 1,00 persen untuk pertahanan dan keamanan, 0,61 persen untuk lokasi Wisata, 0,55 persen pelayanan usaha dan 0,30 persen untuk transportasi publik.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id