comscore

Kemendagri Masih Jaring Nama Penjabat Gubernur DKI

Putra Ananda - 14 Mei 2022 19:14 WIB
Kemendagri Masih Jaring Nama Penjabat Gubernur DKI
Ilustrasi. Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum memutuskan sosok yang akan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang akan berakhir masa jabatannya pada Oktober 2022 mendatang. Nama-nama masih dalam penjaringan.

"Hingga saat ini proses (penjaringan) masih berlangsung," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan di Jakarta, Sabtu, 14 Mei 2022.
Ia mengungkapkan Kemendagri masih menerima usulan, saran dan masukan mengenai Pejabat Gubernur DKI. Yang jelas, penjabat berasal dari Pimpinan Tinggi Madya (Eselon 1) dari kementerian dan lembaga, termasuk memperhatikan aspirasi dari daerah. 

Proses yang sama juga tengah dilakukan untuk penentuan Pj Gubernur DI Aceh. Benny berharap usulan dan masukan dari banyak pihak bisa membantu melahirkan Pj kepala daerah yang tepat hingga terpilihnya kepala daerah definitif dalam pilkada Serentak 2024.

"Diharapkan akan didapat Pj Kepala Daerah yang tepat untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan, serta meningkatkan kualitas layanan publik, dengan pertimbangan yang juga memperhatikan hasil pemetaan kondisi daerah," ungkapnya.

Baca: Akhiri Kontroversi, Pemerintah Diminta Membuat Aturan Penunjukan Penjabat Kepala Daerah

Pemerintah pusat diberi kewenangan untuk menunjuk penjabat untuk mengisi kekosongan kepala daerah. Penjabat gubernur adalah pejabat pimpinan tinggi madya atau setara eselon I. Adapun penjabat bupati/wali kota adalah pejabat pimpinan tinggi Pratama atau setara eselon II.

Hal itu tercantum dalam Pasal 201 ayat 8, 9 dan 10 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Berdasarkan UU tersebut, pengangkatan pejabat daerah tingkat gubernur akan dipilih presiden, sementara penjabat tingkat kabupaten kota akan dipilih  gubernur.

Nama yang ramai disebut-sebut akan jadi pengganti Anies adalah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono. Heru bukan orang baru di dunia birokrasi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI, hingga menjadi Walikota Jakarta Utara.

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro juga mencuat. Namun, ia memilih untuk tidak berkomentar banyak atas pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Anies Baswedan. Mantan Ketua KPU ini menekankan penunjukan Pj merupakan keputusan penuh dari pemerintah termasuk presiden.

"Sepenuhnya Keputusan Pak Presiden setelah mempertimbangkan berbagai hal," ucap Juri.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id