comscore

Penegakan HAM Hingga Melawan Korupsi Masih Jadi PR Demokrasi Indonesia

Theofilus Ifan Sucipto - 08 Desember 2021 22:59 WIB
Penegakan HAM Hingga Melawan Korupsi Masih Jadi PR Demokrasi Indonesia
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. Foto: Istimewa
Jakarta: Demokrasi Indonesia disebut masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR). Salah satunya penegakan hak asasi manusia (HAM).

"Penurunan demokrasi bisa juga terjadi karena HAM tidak terpenuhi," kata anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dalam diskusi di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Desember 2021.

 



Nasir mengatakan Indonesia beruntung punya konstitusi yang mengatur HAM. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mulai dari Pasal 28 A.

"Tapi problemnya adalah pada implementasinya," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Nasir mengutip data laporan Komisi Nasional HAM (Komnas HAM). Laporan itu menyebutkan penegakan HAM masih jauh dan ada institusi yang dinilai melanggar HAM.

Baca: Pergantian Presiden Jangan Mengubah Haluan Bangsa

PR berikutnya, kata Nasir, ialah melawan korupsi. Praktik rasuah menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh.

"Hal berikutnya, pascakemerdekaan sampai sekarang, pemilik demokrasi, yaitu rakyat tidak dapat pendidikan memadai," ujar dia.

Menurut Nasir, pendidikan terutama pendidikan politik penting bagi kemajuan demokrasi. Sehingga, masyarakat lebih cerdas dan bisa membentuk sistem politik yang mapan.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id