Keunikan Budaya Dinilai Kunci Indonesia Menjadi Hegemoni Dunia

    Achmad Zulfikar Fazli - 01 Oktober 2020 20:03 WIB
    Keunikan Budaya Dinilai Kunci Indonesia Menjadi Hegemoni Dunia
    Pentas tari Memeden Gadhu membuka Festival Memeden Gadhu, pada Jumat malam, 13 Juli 2018. Medcom.id/Rhobi Shani
    Jakarta: Indonesia akan memasuki usai 100 tahun pada 2045. Di usia emas, keanekaragaman budaya diprediksi bisa membuat Indonesia menjadi hegemoni dunia.

    "Soft power Indonesia akan semakin dibutuhkan dunia untuk menjaga harmoni dalam tatanan masyarakat dunia yang semakin singular," ujar Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, dalam Webinar Nasional Pancasila yang diselenggarakan BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Menurut Budiman, Indonesia punya keunikan dibandingkan negara lain. Keanekaragaman budayanya setara dengan beberapa negara yang menjadi satu. "Satu negara beragam budaya, berarti apa? Ada pengaruh Islam, pengaruh Katolik, pengaruh Hindu, satu negara beragam budaya. Menangani satu Indonesia bagaikan menangani beberapa negara," ujar Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa ini.

    Namun, kata dia, tak semua masyarakat Indonesia siap dan setuju menjadi pusat hegemoni dunia. Ada pertarungan gagasan di dalam negeri. Ada yang ingin Indonesia tetap terbelakang, ada yang pragmatis, dan ada yang berpikir ke depan.

    "Ada yang ingin Indonesia menjadi terbelakang dan asing, ada yang ingin kembali ke masa lalu, ke masa Orde Baru, ke masa rezim otoriter, dan ada yang pragmatis," katanya.
     
     

    Penggagas Undang-Undang Desa ini juga mengajak generasi muda jangan sampai salah sisi sejarah. Menurut dia, pilihan generasi muda hanya dua, yakni kembali ke masa lalu atau songsong masa depan.

    Baca: Gerakan Seniman Masuk Sekolah Bantu Pelestarian Kesenian Lokal

    Budiman memperkenalkan konsep Trisakti ABC, dengan merujuk pada konsepsi Trisakti Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno). Dia menjelaskan konsep Trisakti ABC mencakup tiga ide penting yang terdiri atas 3A (alami, asasi, abadi), 3B (berdana, berdata, berdaya), dan 3C (cinta, cita, cipta).

    Dia menerangkan 3A terkait gerakan selaras dengan alam, pemerataan akses ekonomi, dan keberlanjutan. Sedangkan 3B terkait dengan penghasilan masyarakat yang mencukupi, terjaminnya hak atas data, dan akses pengembangan diri.

    "Manusia Indonesia harus memiliki penghasilan minimum untuk kebutuhan dasarnya, harus memiliki hak atas data yang dihasilkan dari dirinya dan harus memiliki kesempatan untuk selalu mengembangkan potensi diri," tegasnya.
     
     

    Sementara itu, 3C berhubungan dengan kemunculan generasi yang kaya ide-ide futuristik dan kemampuan menciptakan inovasi kepada masyarakat luas. Terkait cinta, cita, dan cipta, generasi muda harus mencintai apa yang dilakukan saat ini untuk menggapai cita dan memunculkan karya atau cipta.

    Generasi muda, lanjut dia, juga harus menjadi masyarakat yang bertransformasi agar Indonesia menjadi hegemoni dunia pada 2045, Budiman Sudjatmiko memaparkan. "Generasi muda harus lincah dan adaptif. Lincah menggunakan teknologi yang selalu berkembang, dan adaptif dengan kemajuan zaman," ucapnya.

    Di samping itu, dia menyoroti soal peran Pancasila dalam kemajuan teknologi. Menurut dia, Pancasila harus disampaikan dengan cara yang mengikuti perkembangan zaman.

    "Ada dua cara bagaimana Pancasila itu bisa disampaikan dengan gaya yang cool, harus entertaining, harus menginspirasi, bukan ditakut-takuti supaya muncul dukungan terhadap Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika yang masif," ujarnya.

    (AZF)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id