Masyarakat Butuh Ruang Diskusi untuk Menciptakan Imajinasi dan Inovasi

    Achmad Zulfikar Fazli - 02 November 2020 20:28 WIB
    Masyarakat Butuh Ruang Diskusi untuk Menciptakan Imajinasi dan Inovasi
    Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko. Foto: Annisa Ayu Artanti/Medcom.id
    Jakarta: Masyarakat Indonesia memerlukan ruang diskusi untuk mamfasilitasi gagasan-gagasan di era revolusi industri 4.0. Kemunculan platform digital dinilai memfasilitasi ruang diskusi daring untuk memunculkan gagasan dan ide baru.

    "Intinya saya menyambut baik munculnya masyarakat yang diskusi, yang berdialog, dan memfasilitasi gagasan-gagasan masyarakat. Media saat ini, baik itu media sosial ataupun media massa cenderung satu arah, mengedepankan sensasi saja, tapi kurang masuk ke dalam atau esensi," ujar Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, dalam talkshow Inovasi Teknologi di Masa Pandemi: Solusi untuk Negeri, Senin, 2 November 2020.

    Budiman mengatakan ruang diskusi dapat melahirkan gagasan berupa imajinasi dan inovasi. Inovasi ini dibutuhkan bangsa di masa revolusi industri 4.0.

    Budiman pun mendorong agar rekayasa digital melalui ruang diskusi secara daring diperluas lewat inovasi-inovasi anak negeri. "Ruang diskusi daring juga adalah rekayasa digital yang memfasilitasi orang saling berdialog, perubahan apa yang muncul. Kita bisa lihat bagaimana platform ojek daring, dan belanja daring bisa mengubah perilaku orang dalam transportasi dan berbelanja," ujar dia.

    Budiman menegaskan revolusi industri 4.0 bukan cuma urusan para ilmuwan dan teknokrat. Ada peran dari semua lintas ilmu pengetahuan di dalamnya.

    "Revolusi 4.0 terlalu besar kalau hanya dihadapi para ahli komputer, scientist, dan ilmuwan. Seolah-olah revoulusi 4.0 cuma untuk para ilmuwan. Justru jika begitu akan membunuh peradaban, akan merusak hubungan kalau ahli-ahli filsuf tak merumuskan etika, kalau ahli sejarah tidak mengingatkan bagaimana revolusi industri lalu mengubah dunia," tegas dia.

    Baca: 3 Tantangan Transformasi Ketenagakerjaan Imbas Revolusi Industri 4.0

    Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Hukum dari Universitas Indonesia, Edmon Makarim. Menurut dia, kemunculan imajinasi masyarakat dapat membantu memajukan bangsa.

    "Membangun imajinasi itu adalah pekerjaan rumah kita bersama, kreativitas dan imajinasi kadang tak sinkron, tapi akan sangat hebat jika dilengkapi dengan logika dan etika. Sehingga rasionalitas lebih dikedepankan daripada emosional," kata dia.

    Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menyusun peta jalan Indonesia Digital Nation. Tujuannya, mewujudkan birokrasi digital Indonesia yang berkelas dunia dan berdaya saing.

    "Dalam peta jalan tersebut terdapat berbagai upaya di antaranya penyediaan infrastruktur, pembuatan aplikasi, menyiapkan regulasi, melakukan pengendalian, hingga pengadopsian teknologi pendukung," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.

    Semuel menjelaskan lebih rinci soal Indonesia Digital Nation. Dia menyampaikan penyediaan infrastruktur merupakan hal yang paling mendasar jika bicara soal transformasi digital.

    "Presiden Jokowi telah memberikan instruksi agar mempercepat penyediaan infrastuktur ini, diproyeksikan tahun 2023 seluruh wilayah di Indonesia sudah terlayani dengan internet," terang Semuel.(AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id