comscore

Kementerian PPPA Anggap Penting Sosialisasi HIV/AIDS pada Anak

Sunnaholomi Halakrispen - 31 Mei 2018 04:31 WIB
Kementerian PPPA Anggap Penting Sosialisasi HIV/AIDS pada Anak
Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Valentina Gintings.. Medcom.id/ Sunnaholomi Halakrispen,
Jakarta: Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Valentina Gintings mengadakan sosialisasi bahaya HIV-AIDS kepada anak. Hal tersebut dilakukan lantaran jumlah penderita yang semakin banyak khususnya di DKI Jakarta.

"Ini menjadi program prioritas nasional dalam rangka mendukung nawacitanya Pak Jokowi untuk gerakan masyarakat sehat. Jadi ini salah satu yang kami lakukan, kami coba melalui panti," ujar Valen di Panti Sosial Asuhan Anak 3, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Mei 2018.
Valen menyatakan sosialisasi kepada anak dianggap sangat penting lantaran mayoritas penderita HIV/AIDS berada di usia 20-29 tahun. Selain itu HIV berkembang menjadi AIDS dalam waktu kurang lebih 10 tahun, dengan kata lain penderita AIDS telah menderita HIV sejak usia anak.

Valen mengatakan penderita HIV/AIDS terbanyak berada di enam wilayah yaitu di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua, Jawa Tengah, dan Bali. Namun, diyakini kasus penularan HIV/AIDS paling banyak berada di wilayah Papua.

"Walaupun DKI tinggi penderitanya, tapi kasus penularannya paling tinggi adalah di Papua. Karena akses informasi yang sangat terbatas, jadi mereka itu tidak paham apalagi anak-anak," tutur dia

Terkait hal tersebut, kata Valen, tahun lalu telah dilakukan kampanye besar di Sorong, Papua Barat mengenai bagaimana cara hidup berdampingan dengan penderita HIV/AIDS atau disebut ODHA.

"Jadi kami lihat di sana, anak-anak itu tidak paham bagaimana berdampingan dengan ODHA. Bagaimana jika keluarga mereka, tinggal dengan ODHA, itu stigma yang sudah terpinggirkan," tandas dia.

Adapun untuk sosialisasi kali ini dilakukan melalui musik yang dibawakan langsung oleh Symphoni Band sebagai rekan kerja sama sejak 2016. Lagu-lagu yang dinyanyikan pun disampaikan dengan cara yang menyenangkan. 

"Jauhi virusnya bukan orangnya. Jangan takut berteman, mereka juga sahabat kita," ujar personel Simphoni Band.

Mereka mengjelaskan HIV/AIDS bisa timbul karena pergaulan bebas, harum suntik, tato, donor darah yang menggunakan jarum tidak steril. Lebih jauh, dijelaskan pula contoh kecil yang dapat dilakukan anak untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS.

"Gunting kuku harus punya sendiri-sendiri. Harganya nggak mahal kok, nabung sehari seribu bisa. Lalu, jauhi pergaulan bebas karena sumber HIV/AIDS juga dari cairan dari kelamin pria dan wanita, makanya sering kita dengar yang udah tua kena HIV/AIDS itu pasti investasi waktu muda," jelas personel tersebut.


(SCI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id