Jokowi: Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

    Nur Azizah - 07 April 2020 11:35 WIB
    Jokowi: Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran
    Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri segera membagikan bantuan sosial, seperti Kartu Prakerja, Kartu Sembako Murah, Program Keluarga Harapan (PKH), dan 200 ribu paket sembako untuk warga Jabodetabek. Program ini dinilai penting untuk masyarakat.

    "Saya ingin menekankan pelaksanaannya betul-betul harus tepat sasaran," tegas Jokowi dalam rapat terbatas terkait efektivitas penyaluran jaring pengaman sosial di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 April 2020.

    Jokowi mengatakan penyaluran bantuan harus berbasis by name by address. Dengan begitu, bantuan terdistribusi secara tepat dan akurat.

    "Makanya pentingnya melibatkan RT (rukun tetangga)/RW (rukun warga), serta pemerintah desa dan daerah, sehingga betul-betul bantuan ini bisa tepat," ucap dia.

    Jokowi juga tak ingin penyaluran bantuan berjalan berbelit-belit. Penyaluran harus dilakukan secara efektif.

    "Jangan menyulitkan masyarakat. Dan rancang mekanisme yang bisa melibatkan sektor usaha mikro, usaha kecil, pedagang sembako di pasar, jasa transportasi ojek," ujar Jokowi.

    Baca: Kartu Prakerja Didistribusikan 9 April 2020

    Jokowi menyampaikan penerima PKH akan ditingkatkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan besaran manfaatnya naik 25 persen.

    Rinciannya, komponen untuk ibu hamil dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun. Komponen anak usia dini menjadi Rp3 juta rupiah per tahun, dan komponen disabilitas menjadi Rp2,4 juta per tahun.

    Adapun penerima Kartu Sembako Murah naik dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima. Nilai manfaatnya pun akan dinaikkan 30 persen.

    "Sebelumnya Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu. Ini akan diberikan selama sembilan bulan," kata Jokowi.

    Pemerintah juga punya cadangan Rp25 triliun untuk mengantisipasi pemintaan kebutuhan pokok. Anggaran Kartu Prakerja pun dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk 5,6 juta penerima manfaat. Terutama, pekerja informal, pelaku usaha mikro kecil dan menengah, dan warga terdampak covid-19.

    "Nilai manfaatnya adalah Rp650 ribu sampai Rp1 juta per bulan selama empat bulan ke depan," ujar Jokowi.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id