comscore

KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Dorong Perang di Ukraina Segera Dihentikan

Indriyani Astuti - 14 Mei 2022 09:17 WIB
KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Dorong Perang di Ukraina Segera Dihentikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT Global Covid-19 ke-2 di Washington DC, Amerika Serikat. Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina. Jokowi menilai perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat (ASEAN-AS) di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat, 13 Mei 2022. Presiden Jokowi mengatakan perang memicu kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi. Keniakian harga itu memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang dan kurang berkembang.
"Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi juga memprihatinkan. The International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Lalu, Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Presiden Jokowi.

Baca: Di Hadapan AS, Jokowi Pamer Kemampuan ASEAN Jaga Stabilitas Kawasan

Presiden menegaskan perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Bahkan, perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubunganantar negara.

“Dunia tidak memiliki pilihan lain, kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tegas Presiden.

Presiden menegaskan lebih dari lima dekade, ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based order. Spirit yang sama didorong di Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Dalam KTT Khusus yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan pemimpin negara-negara ASEAN tersebut, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

“Tentu kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF dengan pelaksanaan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific)," ucap Presiden Jokowi.

Saat Indonesia menjadi ketua ASEAN tahun depan, Presiden Jokowi berencana melakukan Indo Pacific Infrastructure Forum.

“Saya berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” ujar Presiden Jokowi.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id