comscore

Isu Penundaan Pemilihan Presiden Dinilai Berdampak Buruk

Anggi Tondi Martaon - 12 Januari 2022 17:20 WIB
Isu Penundaan Pemilihan Presiden Dinilai Berdampak Buruk
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Isu penundaan pemilihan presiden (pilpres) karena permintaan pengusaha dinilai berdampak buruk. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menindak pejabat terkait yang menggulirkan isu tersebut.

"Memperlihatkan ketidakpahaman yang bersangkutan terhadap konstitusi negara. Untuk itu, Presiden Jokowi layak segera mengambil tindakan tegas kepada pejabat dimaksud,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) Muhamad Suryawijaya melalui keterangan tertulis, Rabu, 12 Januari 2022.

 



Isu penundaan pilpres digulirkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Dia mengatakan rata-rata pelaku usaha berharap Pilpres 2024 ditunda karena mesti menata ulang dan memulihkan diri dari dampak pandemi.

Suryawijaya menyebut permintaan pengusaha sangat egois. Sebab, hanya mengakomodasi kelompok tertentu.

"Faktanya, penyelenggaraan pemilu selalu menjadi stimulus ekonomi bagi banyak pelaku usaha dan mendorong aliran uang dari atas ke bawah dalam berbagai bentuk,” kata dia.

Menurut Suryajaya, pemilihan umum (pemilu) merupakan momentum mendongkrak pemulihan ekonomi. Tanpa kontestasi politik, penguatan perekonomian hanya terpusat pada pengusaha.

"Pemilu bukan lagi peristiwa keramat dan atau berbahaya. Jadi tak usah didramatisasi,” kata Suryawijaya.

Baca: Bahlil Diminta Buka Data Pengusaha Pengusul Pemunduran Pergantian Presiden

Dia menilai pemilu juga selalu menghadirkan harapan bagi masyarakat. Menunda pemilu disebut sama dengan menghilangkan harapan itu.

Suryawijaya menilah contoh penundaan pilpres seperti transisi Orde Lama ke Orde Baru tak relevan. Sebab, tak ada krisis politik seperti saat itu.

Menurut dia, usulan penundaan pilpres memojokkan Presiden Jokowi. Presiden menjadi terkesan sebagai sosok yang haus kekuasaan.

"Ini merupakan upaya pembunuhan karakter yang harus diwaspadai Pak Jokowi, terlebih karena dilakukan salah seorang pembantunya,” kata Suryawijaya.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id