comscore

Wapres: Pancasila Bisa Menjembatani Disparitas Problem Kebangsaan

Emir Chairullah - 06 April 2022 22:21 WIB
Wapres: Pancasila Bisa Menjembatani Disparitas Problem Kebangsaan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin/Branda Antara
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meyakini nilai-nilai Pancasila bisa menjembatani berbagai disparitas politik, kebangsaan, dan ekonomi pada masa pandemi covid-19. Pancasila bisa mengajarkan nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“(Karena itu) Kita harus bisa menjelaskan dari sisi implementasinya misalnya dalam pergaulan, bagaimana bergotong royong, dan juga bagaimana berekonomi secara Pancasila,” kata Ma'ruf usai menerima audiensi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi beserta jajarannya di Kediaman Resmi Wapres, Rabu, 6 April 2022.
Secara khusus Ma’ruf menyebutkan pemahaman nilai-nilai Pancasila juga penting disosialisasikan kepada kalangan pengusaha. Apabila komitmen kebangsaan pengusaha itu tidak ada kata dia, yang ada hanya bagaimana untung besar.

"Tidak peduli bagaimana rakyat itu menderita, wawasan kebangsaannya tidak ada, keadilan sosialnya tidak ada, solidaritas sosialnya tidak ada, ini saya kira masalah besar,” kata Ma'ruf.

Baca: Wapres Dukung Pengembalian Pancasila Jadi Pelajaran Tersendiri

Dia juga mengaitkan pentingnya penanaman nilai Pancasila dengan upaya membangun SDM unggul. Yakni, SDM yang tidak hanya terampil dan inovatif tetapi juga memiliki pemahaman kebangsaan yang tinggi.

“Kalau kita tidak mulai (mengajarkan) sejak usia dini, (khususnya) tentang penanaman Pancasila ini, saya kira akan banyak orang yang tidak peduli apakah tindakannya sesuai dengan Pancasila atau tidak,” ujar dia.

Hal tersebut, kata Ma'ruf, sangat berbahaya apabila menimpa orang-orang hebat seperti para lulusan pendidikan luar negeri yang notabene membawa banyak ilmu dari mancanegara. Sehingga, perlu pemahaman Pancasila kepada semua pihak.

Ma’ruf meminta BPIP agar memiliki strategi yang tepat agar nilai-nilai Pancasila mudah dipahami dan dimengerti oleh berbagai kalangan. Kepala BPIP Yudian Wahyudi melaporkan bahwa mulai tahun ajaran baru pada Juli 2022, Pancasila akan kembali diajarkan sebagai pelajaran tersendiri.

Menurut dia, hal ini sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Kalau dulu Pancasila bagian dari pelajaran kewarganegaraan, sekarang kewarganegaraan bagian dari Pancasila,” kata Yudian.

Terkait hal tersebut, kata Yudian, BPIP telah menyusun 15 buku pelajaran Pancasila dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. “Buku ini sudah kita ujicobakan dan sudah kita mintakan pendapat dari Komisi II (DPR RI), Menko Polhukam, juga dari Menteri Agama, tokoh-tokoh masyarakat, sehingga pada prinsipnya buku ini tidak ada masalah,” kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id