Pembahasan RUU PKS Secara Intensif Belum Bisa Dipastikan

    Anggi Tondi Martaon - 15 Oktober 2020 19:16 WIB
    Pembahasan RUU PKS Secara Intensif Belum Bisa Dipastikan
    Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Golkar Nurul Arifin. ANT/Wahyu Putranto
    Jakarta: Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Golkar Nurul Arifin memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) bakal masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Namun, dia belum bisa memastikan pembahasan dilakukan secara intensif.

    "Kita lihat saja nanti," kata Nurul di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar itu menyebut banyak faktor penentu kelancaran pembahasan sebuah aturan. Di antaranya keterkaitan dengan undang-undang lain.

    Salah satu aturan yang berkaitan dengan RUU PKS ialah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Aturan itu memuat ketentuan pidana bagi pelaku kekerasan seksual. Saat ini, KUHP masih dalam tahap perubahan.

    Anggota Komisi I DPR itu mengakui RUU PKS sangat dibutuhkan. Aturan sebagai perlindungan kepada kelompok rawan kekerasan seksual.

    "Tapi kita belum tahu kapan akan dibahasnya," ujar dia.

    (Baca: DPR Dinilai Menganaktirikan RUU PKS)

    Kinerja DPR membahas pembuatan undang-undang menjadi sorotan. Lembaga legislatif mampu menyelesaikan pembahasan sejumlah aturan dalam waktu singkat.

    Seperti, pembahasan perubahan Undang-Undang Mahkamah Konstitusi (MK). Komisi III DPR menyelesaikan pembahasan dalam kurun waktu sepekan.

    Pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Revisi UU MK ke DPR pada 25 Agustus 2020. Setelah dilakukan pembahasan, DPR mengesahkan undang-undang yang memiliki 121 DIM itu pada 1 September 2020.

    Hal serupa juga terjadi pada Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Setelah Badan Legislasi (Baleg) menetapkan Panitia Kerja (Panja) pada April 2020, Baleg secara maraton membahas aturan yang terdiri atas 7.197 DIM tersebut. Pembahasan dirampungkan dalam waktu tujuh bulan.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id