BNPT Didorong Tingkatkan Pencegahan Terorisme di Kalangan Milenial

    Achmad Zulfikar Fazli - 01 April 2021 15:34 WIB
    BNPT Didorong Tingkatkan Pencegahan Terorisme di Kalangan Milenial
    Anggota Komisi I Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia. Dok Istimewa



    Jakarta: Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) didorong memperkuat program deradikalisasi dan pencegahan terorisme. Program tersebut juga diharapkan mulai menyasar generasi muda.

    Hal tersebut berkaca pada aksi teror yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Mabes Polri, Jakarta Selatan. Terduga pelaku kelahiran 1995, yang menjadi bukti tindak kekerasan dan indoktrinasi radikalisme mengancam seluruh usia tanpa terkecuali.






    "Pendekatan seperti Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang melibatkan kalangan pelajar yang telah dilakukan BNPT perlu diperkuat dengan inovasi-inovasi pendekatan kreatif kontra radikal," ujar anggota Komisi I Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 April 2021.

    Menurut dia, implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadi kata kunci untuk memastikan Bhineka Tunggal Ika masih menjadi pilar negeri sebagai manifestasi dari program deradikalisasi. Dia mengakui tugas BNPT tidak mudah dalam memberantas terorisme. Terutama di kalangan muda.

    Perlu keterlibatan berbagai stakeholder, khususnya sekolah dan perguruan tinggi untuk menyelaraskan komitmen kebangsaan di lingkungan generasi muda. "Poin pentingnya, di usia generasi muda yang terkadang masih labil baik dari sisi emosi maupun pendirian (mudah terpengaruh), tentu program-program terkait deradikalisasi harus relevan dengan sasaran tersebut agar dapat diterima dengan optimal," ujar Wasekjen PAN itu.

    Baca: Moeldoko: Seluruh Tempat Persembunyian Teroris akan Dibongkar

    Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 9 itu juga menilai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga memiliki peran penting dalam menangkal terorisme. Kominfo dinilai dapat mencegah para anak muda terpengatuh konten-konten bermuatan intoleransi dan radikalisme di dunia siber.

    "Pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi jangan sampai justru mengarah pada hal-hal yang negatif, destruktif, terutama mendorong perilaku yang kontraproduktif terhadap integrasi nasional, persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks ini, upaya literasi digital dan optimalisasi patroli siber perlu dimaksimalkan," ujar dia. 

    Menurut dia, peran lembaga-lembaga negara tentu penting dalam pencegahan terorisme, namun tidak berarti meninggalkan peran-peran aktor lain. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, peran kiai sangat vital untuk mencegah penyebaran paham radikal.

    Pemahaman agama yang rahmatan lil alamin dengan spirit hablum minallah dan hablum minnas perlu dijunjung tinggi. Masyarakat juga harus memahami betul makna yang dimaksud. 

    "Sikap menghargai perbedaan dan mencintai kebersamaan (ukhuwah) perlu terus dilestarikan apalagi di kalangan muda. Peran pesantren-pesantren yang tersebar di seluruh pelosok negeri ini menjadi garda terdepan untuk mencegah paham radikal intoleran dan terorisme tidak semakin berkembang," tutur dia.

    Dia juga mendorong dan mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Spirit kewaspadaan itu dimulai dari diri, keluarga, sampai negara. Hal itu dapat ditunjang dengan Polri dan TNI yang memperkuat pengamanannya di seluruh wilayah dan jajaran.

    "Sekali lagi, persoalan terorisme seperti ini adalah musuh bersama, sinergi menjadi kekuatan utama untuk melawannya," ujar dia.


    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id