Aturan Pilkada ke Depan Harus Ramah Bagi Calon Potensial

    Anggi Tondi Martaon - 28 Juli 2020 19:31 WIB
    Aturan Pilkada ke Depan Harus Ramah Bagi Calon Potensial
    Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa. MI/M Irfan
    Jakarta: Undang-Undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke depan harus ramah bagi calon-calon potensial. Payung hukum pesta demokrasi tingkat daerah ini tidak boleh menghambat calon potensial maju dalam kontestasi politik.

    "Ini terkait soal Undang-Undang Pilkada ke depan yang saya ingin katakan ramah terhadap calon-calon potensial, yang punya rekam bidang politik yang memadai," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa dalam diskusi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

    Sekretaris Fraksi Partai NasDem itu mengakui UU Pilkada saat ini cukup mengekang gerak sosok potensial maju sebagai calon. Sebab, mereka harus mengantongi dukungan 20 persen kursi parlemen di daerah.

    "Misalnya jumlah keseluruhan anggota DPRD kabupaten itu ada 50 kursi, 20 persen itu 10 kursi," ungkap dia.

    Syarat tersebut dihadapkan pada banyaknya partai yang menghuni parlemen. Calon yang ingin maju tentunya harus melobi banyak partai agar bisa mengantongi syarat minimal dukungan kursi di parlemen.

    "Dan itu tidak gampang, karena partai-partai punya karakteristik yang berbeda-beda," ujar dia.

    Baca: Tak Masalah Politik Dinasti Asal Tak Instan

    Selain itu, tak jarang partai politik mengajukan mahar kepada calon yang ingin mendapatkan dukungan. Sehingga, hanya calon yang memiliki modal besar bisa maju dalam pencalonan kepala daerah.

    "Dia misalnya, kalau pertahana untuk ini, dia borong atau untuk mengalahkan pertahana, dia borong (dukungan) partai," sebut dia.

    Dia ingin agar syarat pencalonan kepala daerah dalam UU Pilkada ke depan dibuat lebih ringan. Selain tidak menghambat calon potensial, aturan ini memperkecil peluang politik mahar.

    "Saya termasuk yang berpikir ke depan bisa saja syarat supaya menutup ruang konglomerasi, untuk memborong partai, memborong kursi itu kita tutup," kata dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id