Pemerintah Dinilai Prioritaskan Ekonomi Ketimbang Kesehatan Masyarakat

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Mei 2020 10:25 WIB
    Pemerintah Dinilai Prioritaskan Ekonomi Ketimbang Kesehatan Masyarakat
    Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . Foto : Medcom/Annisa Ayu.
    Jakarta: Pemerintah dinilai lebih memprioritaskan aspek ekonomi daripada kesehatan warga di tengah tingginya penyebaran virus korona (covid-19). Argumentasi itu menjadi respons kebijakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memerintahkan karyawannya kembali bekerja dalam waktu dekat.

    "Pada akhrinya kepentingan ekonomi lebih prioritas dari kesehatan. Mengikuti aspek kesehatan tetap membuat angka PDP (pasien dalam pengawasan) dan ODP (orang dalam pemantauan) tetap tinggi," ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Radiansyah, kepada Medcom.id, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurut dia, pemerintah tidak ingin penyebaran virus covid-19 melumpuhkan ekonomi Indonesia. Namun, Presiden Joko Widodo tidak terang-terangan memperlihatkan mengutamakan aspek ekonomi.

    Setelah karyawan BUMN di bawah 45 tahun, kata Trubus, tak menutup kemungkinan akan ada instruksi memperbolehkan usia di atas 45 tahun bekerja. Kebijakan ini lah yang menjadi awal masyarakat kembali beraktivitas secara normal.

    Apalagi sudah jauh-jauh hari sejumlah industri diperbolehkan melanjutkan aktivitas produksi. Dengan catatan mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

    "Kementerian Perindustirian sudah memperbolehkan industri beroperasi. Otomatis aktivitas masayarakat tinggi, jadi tidak sinkron dengan PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," ujar dia.

    Baca: Perusahaan BUMN Diminta Jalankan New Normal 25 Mei 2020

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menginstruksikan kepada karyawan perusahaan pelat merah untuk masuk kerja seperti biasa dan menjalankan tahapan The New Normal per 25 Mei 2020.

    Instruksi tersebut tercantum dalam surat edaran yang ditujukan oleh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 tentang antisipasi skenario New Normal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Seluruh pegawai BUMN harus masuk dan mengikuti protokol perlindungan seperti social distancing dan penggunaan masker serta menjaga kebersihan.

    Untuk karyawan yang berumur kurang dari 45 tahun diwajibkan untuk masuk. Sementara untuk karyawan yang berumur lebih dari 45 tahun diterapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home). Perusahaan juga diminta selalu memantau kondisi karyawan dan menangani karyawan yang terdampak.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id