Wapres Minta Polemik Pelaksanaan Muktamar NU Tidak Menimbulkan Kegaduhan

    Emir Chairullah - 25 November 2021 08:23 WIB
    Wapres Minta Polemik Pelaksanaan Muktamar NU Tidak Menimbulkan Kegaduhan
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres.



    Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta polemik pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) tidak menimbulkan kegaduhan. Masalah perbedaan pandangan mengenai waktu penyelenggaraan muktamar diminta dibahas secara internal PBNU.

    "Jadi Wapres tidak akan ikut campur masalah ini sesuai dengan aturan. Kenapa? Karena kata beliau, urusan NU harus diselesaikan juga oleh NU," kata Mustasyar PBNU asal Jakarta KH Manarul Hidayat usai pertemuan antara Wapres dan sejumlah tokoh NU di kediaman Wapres, Jakarta, Rabu malam, 23 November 2021.

     



    Manarul menyampaikan Ma’ruf menitipkan pesan agar Muktamar NU berjalan dengan baik sesuai dengan keputusan yang ditetapkan, serta mengedepankan akhlakul karimah, sehingga tidak gaduh. Wapres juga berharap Muktamar NU membawa manfaat bagi Indonesia.

    ”Beliau (Wapres) memberikan nasihat kepada kami agar Muktamar NU yang akan datang berjalan dengan baik, damai, di samping (menjadi) maslahat bagi seluruh warga NU, juga manfaat untuk NKRI," papar dia.

    Ada lima tokoh NU yang hadir dalam pertemuan dengan Ma'ruf. Yakni Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur, Mustasyar PBNU asal Banten, KH Muhtadi Dimyati, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat yang juga Pengasuh Pesantren Al Muhajirin Purwakarta, KH Abun Bunyamin, Pengasuh Pesantren Al Itqon Semarang, KH Kharis Shodaqoh, dan Ketua PBNU asal Kalimantan Timur, KH Farid Wadjdi.

    Mereka yang hadir akan menyampaikan kepada umat bahwa segala permasalahan yang timbul terkait muktamar akan diselesaikan secara internal di PBNU. "Insyaallah kami sudah sepakat akan menyampaikan kepada umat apabila terjadi apa-apa, tetap akan konsultasi dan menyerahkan kepada PBNU," ujar dia.

    Minta Muktamar Diundur

    Sejumlah kiai sepuh ingin pelaksanaan Muktamar NU diundur hingga akhir Januari 2022 agar bertepatan dengan Harlah ke-96 NU. Ada sembilan nama kiai sepuh yang mengajukan surat resmi ke PBNU untuk meminta pelaksanaan muktamar dimundurkan.

    “Saya lebih suka tarik napas dan mundur, alasannya agar panitia bisa lebih leluasa dan penyelenggaraan muktamar akan berlangsung lebih tertib,” ujar pimpinan Ponpes Darussa'adah sekaligus Rais Syuriah PWNU Lampung, KH Muhsin Abdillah.

    Baca: 9 Kiai Sepuh Ingin Muktamar NU Diundur

    Menurut Muhsin, keinginan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pertemuan Masyayikh NU di Jakarta. Kesepakatan masyayikh terkait Muktamar ke-34 NU, antara lain muktamar dapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan. Selain itu, disertai suasana teduh, aman, damai, dan harmonis.

    Keinginan ke-9 Kiai sepuh itu juga sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU yang digelar sebelumnya. Forum tersebut memutuskan jadwal pelaksanaan Muktamar. Selain itu, terdapat klausul pelaksanaan muktamar dengan persetujuan pemerintah di tengah pandemi covid-19.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id