comscore

Pengamat: Klaim AUKUS Jadi Jangkar Keamanan Asia-Pasifik Ngaco!

Fachri Audhia Hafiez - 26 September 2021 16:22 WIB
Pengamat: Klaim AUKUS Jadi Jangkar Keamanan Asia-Pasifik <i>Ngaco!</i>
Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie dalam Crosscheck #FromHome by Medcom.id, Minggu, 26 September 2021. Foto: Medcom.id
Jakarta: Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menolak keras klaim Aliansi Amerika Serikat, Australia, dan Inggris (AUKUS), yang memastikan keamanan di Asia-Pasifik. Klaim ini meliputi keamanan negara-negara di ASEAN.

"Kemarahan saya kepada AUKUS itu cuma satu, dia bilang jangkar keamanan Asia-Pasifik, ngaco," kata Connie dalam Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'AUKUS, China Panas Indonesia Terimbas?,' Minggu, 26 September 2021.
Connie menegaskan yang menjaga keamanan di Asia-Pasifik ialah Indonesia. Dia merujuk pada langkah Presiden pertama, Soekarno (Bung Karno).

Seruan Gerakan Nonblok diterapkan optimal dengan mengimbangi situasi pihak yang bersitegang. Perang dingin terjadi antara Rusia dan Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

Baca: Ancaman AUKUS Bukan Hanya Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Indonesia pernah menggunakan pesawat tempur dan kapal selam dari Rusia. Sementara itu, peran Amerika Serikat membantu pembangunan 100 persen reaktor nuklir Triga Mark Bandung, Jawa Barat.

"Itulah hebatnya Bung Karno memainkan peran geopolitik dan geostrategis Indonesia yang menjadi betul-betul menjadi simbol kawasan," ucap Connie.

Sebelumnya, Duta Besar Australia untuk ASEAN Will Nankervis berkomitmen mendukung sentralitas ASEAN. Australia disebut mendukung kawasan yang terbuka, inklusif, dan sejahtera dengan ASEAN sebagai pusatnya, serta konsisten dengan tujuan dan prinsip ASEAN Outlook mengenai Indo-Pasifik.

"Komitmen kami terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya menyusul pengumuman bahwa kami akan membentuk kemitraan keamanan yang ditingkatkan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat -- AUKUS -- yang akan memungkinkan kami untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik," ucap Will Nankervis dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 21 September 2021

AUKUS fokus pada kapabilitas militer AS, Australia, dan Inggris. Aliansi ini meliputi elemen perang siber, kepintaran buatan (AI), kemampuan bawah laut, dan teknologi nuklir.

AUKUS dipandang sebagai pakta yang tidak sejalan dengan komitmen nonproliferasi nuklir atau janji tidak membuat atau menyebarkan senjata nuklir. Dalam kesepakatan AUKUS, Australia akan mendapat bantuan dari AS dan Inggris untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.

Komunitas internasional meyakini AUKUS sebagai salah satu upaya menghadapi pengaruh Tiongkok di kawasan. Namun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan AUKUS tidak ditujukan menghadapi 'Negeri Tirai Bambu.'


(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id