Sering Berselisih, Legislator Minta TNI-Polri Akur

    Cahya Mulyana - 21 September 2021 08:36 WIB
    Sering Berselisih, Legislator Minta TNI-Polri Akur
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Istimewa.jpg



    Jakarta: Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin meminta TNI dan Polri akur. Ia menyayangkan Inspektur Kodam (Irdam) Merdeka Brigadir Jenderal (Brigjen) Junior Tumilaar yang melayangkan surat terbuka usai oknum Brimob bersenjata mendatangi salah seorang personel Bintara Pembina Desa (Babinsa).

    Surat yang ditulis Junior ditembuskan ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen Wanti Waranei Franky Mamahit. Suratnya pun viral di media sosial hingga menimbulkan kegaduhan

     



    "Situasi itu sesungguhnya tidak boleh terjadi. Ini masalah kordinasi saja. Saya sarankan perlu ada kordinasi yang intens dan lebih terbuka (sesuai aturan perundang-undangan yang ada). Jangan ada kesan kedua lembaga ini saling bersaing dan tak pernah akur," kata Hasanuddin dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 21 September 2021.

    Hasanuddin menyampaikan bila ada pelanggaran yang dilakukan anggota TNI, harus diproses tanpa ragu. Tapi langkah itu harus mengikuti prosedur yang berlaku.

    Baca: Tugas Panglima TNI Baru, Konflik Papua Hingga Ancaman Asing

    "Tinggal penyidik kordinasi dengan Denpom setempat, nanti lakukan penyidikan bersama. Selesai itu," tegasnya.

    Ia menuturkan permasalahan antarinstansi sebaiknya tak perlu dibuat surat terbuka ke publik. Seharusnya, lanjut dia, dibuat surat tertutup kepada penyidik yang ditembuskan pada Kapolda dan Denpom setempat.

    "Saya yakin semuanya akan baik-baik saja bila semua pihak mampu menempatkan diri dan menghormati aturan perundang-undangan yang berlaku. Ke depan, dengan koordinasi yang intens di semua lapisan maka semua akan baik-baik saja, kasus ini ke depan jangan terulang lagi," ucapnya.

    Berikut isi surat terbuka Junior:

    Salam sinergitas TNI-Polri dan salam presisi.

    Saya bersurat dimotivasi oleh kebenaran berdasarkan Ketuhanan Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih Yang bernama Yehuwa.

    Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar (Irdam XIII/Merdeka) memberitahukan dan bermohon agar Babinsa (Bintara Pembina Desa) jangan dibuat surat panggilan Polri. Para Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan Negara di darat. Para Babinsa diajari untuk tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

    Kami beritahukan kepada Bapak Kapolri, bahwa ada rakyat bernama Bapak Ari Tahiru rakyat miskin dan buta huruf berumur 67 tahun ditangkap ditahan karena laporan dari PT Ciputra International/Perumahan Citraland. Bapak Ari Tahiru sampai surat ini dibuat masih ditahan (± 1/2 bulan). Juga Bapak Ari Tahiru ini pemilik tanah waris yang dirampas/diduduki

    PT Ciputra International/Perumahan Citraland (memang beberapa penghuni anggota Polri). Bapak Ari Tahiru sebagai rakyat minta perlindungan Babinsa, itu pun Babinsa kami pun dipanggil Polri/Polresta Manado.

    Selain itu, pasukan Brimob Polda Sulut bersenjata mendatangi Babinsa kami yang sedang bertugas di tanah Bapak Edwin Lomban yang sudah ada putusan Mahkamah Agung Nomor 3030 K tahun 2016.

    Atas laporan PT Ciputra International/Perumahan Citraland, Polresta Manado membuat surat panggilan kepada Babinsa. Akhir kata Demi Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih, mari kita bela rakyat miskin/kecil dan jangan bela perusahaan yang merampas tanah-tanah rakyat. Terima kasih, semoga diberkati Allah Yehuwa.

    Saya Tentara Rakyat

    Junior Tumilaar
    Brigjen TNI


    Tembusan:

    1. Panglima TNI
    2. Kasad
    3. Pangdam XIII/Merdeka
    4. James Tuwo (Pengacara Ari Tahiru dan Edwin Lomban)
    5. Ibu Brigita H Lasut.


    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id