Sistem Pemilu Terbuka Dinilai Merepresentasikan Pemilih dan Partai

    Kautsar Widya Prabowo - 07 Oktober 2020 05:13 WIB
    Sistem Pemilu Terbuka Dinilai Merepresentasikan Pemilih dan Partai
    Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa. MI/M Irfan
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa menyebut pembahasan sistem pemilu secara terbuka dan tertutup masih menjadi perdebatan dalam revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ada tujuh fraksi yang menginginkan pemilu dengan sistem terbuka.

    "Kita meyakini bahwa sistem terbuka itu dalam sistem proprosional yang masih memadai dalam konteks Indonesia," ujar Saan dalam diskusi virtual, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Salah satu fraksi yang mendukung sistem pemilu terbuka ialah Fraksi Partai NasDem. Sistem tersebut dinilai merepresentasikan pemilih dan partai.

    "Partai direpresentasikan dengan membuat daftar pemilih, dan pemilih diberikan alternatif terhadap caleg-caleg yang ada," tuturnya.

    Baca: Pembasan Revisi UU Pemilu Dimulai Pertengahan 2021

    Sistem terbuka juga dapat memperkuat fungsi keterwakilan antara wakil rakyat dan pemilih. Sehingga, banyak fraksi yang mempertahankan sistem proposional di DPR.

    Saan mengatakan Mahkamah Konstitusi (MK) lewat putusannya juga telah menghapus sistem proporsional tertutup pada 2009. Sistem proporsional terbuka juga bisa menjaga hak eksklusif pemilih. Karena pemilih bisa mengetahui calon yang dipilihnya.

    "Hak untuk memilih anggota legislatif yang mereka pandang baik," ujar dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id