Gatot Dinilai Gagal Paham Soal Penganugerahan Bintang Mahaputera

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 November 2020 13:43 WIB
    Gatot Dinilai Gagal Paham Soal Penganugerahan Bintang Mahaputera
    Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id.
    Jakarta: Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dinilai gagal paham soal penganugerahan Bintang Mahaputera. Gatot disebut lupa membedakan pemberian berdasarkan personal dan jabatan.

    "Beliau dapat penghargaan karena jabatan yang diemban. Bukan karena prestasi, bukan karena orangnya, tapi jabatannya. Itu agak dilupakan Pak Gatot," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Diundang Istana, Mantan Panglima ke Mana?’ Minggu, 15 November 2020.

    Ray mengatakan Gatot sejatinya bukan pada posisi memilih menerima atau menolak. Sebab, penghargaan itu memang menjadi tradisi bagi siapa pun yang menjabat sebagai Panglima TNI.

    "Siapa pun yang duduk di situ (Panglima TNI) pasti akan menerima (penghargaan). Kalau secara pribadi merasa layak atau tidak layak itu hal lain," kata dia.

    Ray heran pada sikap Gatot yang abu-abu. Gatot tidak secara gamblang menyatakan menerima atau menolak penghargaan tersebut.

    Baca: Adu Strategi Istana Versus Gatot di Balik Bintang Mahaputera

    Menurut Ray, tidak ada masalah menerima penghargaan itu meski sikap politiknya berbeda. Kedatangan Gatot ke Istana justru menjadi bukti bahwa dirinya menghormati institusi TNI.

    Kegagapan Gatot membedakan alasan jabatan dan pribadi, kata Ray, menimbulkan gejolak dan tafsir yang beragam. Seharusnya gejolak itu tak perlu terjadi seperti mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Mereka diganjar Bintang Mahaputera Nararya kendati menjadi oposisi pemerintah.

    "Jelaskan saja (Gatot) datang menerima penghargaan karena jabatan, bukan pribadi. Keluar dari Istana katakan saya tetap bersikap kritis. Sesimpel itu," tutur Ray.

    Ray mengatakan Gatot perlu memperjelas sikapnya terkait anugerah Bintang Mahaputera. Sikap Gatot yang transparan diyakini menjadi bagian dari pembelajaran politik.

    "Itu membuat masyarakat menilai tidak ada hubungannya pemberian penghargaan dengan sikapnya (yang kritis). Itu bagian penting pendidikan politik pada masyarakat," kata dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id