Helmy Yahya Mengaku Sudah Membela Diri

    Cindy - 17 Januari 2020 21:02 WIB
    Helmy Yahya Mengaku Sudah Membela Diri
    Helmy Yahya (memegang microphone). Foto: Medcom/Cindy
    Jakarta: Helmy Yahya mengaku sudah mengklarifikasi ke Dewan Pengawas (Dewas) terkait pencopotan jabatannya sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Helmy menyampaikan pembelaan setelah menerima surat keputusan penonaktifan.

    "Pembelaan saya enggak main-main, surat penonaktifan saya dua halaman. Saya menjawab 27 halaman, lampiran ada 1.200, sudah saya sampaikan 18 Desember lalu," kata Helmy di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020.

    Menurut Helmy, kebijakan TVRI selama ini menganut sistem kolektif kolegial. Helmy mengaku didukung direksi atas pembelaannya tersebut.

    "Kelima direksi mendukung pembelaan saya karena catatan pemberhentian penonaktifan saya itu adalah catatan atas tindakan operasional yang sudah kami putuskan oleh tim kolegial," terang Helmy.

    Helmy mengatakan surat pembelaan tersebut ditolak Dewan Pengawas TVRI. Helmy disebut tak menjelaskan perihal anggaran yang digunakan untuk program Liga Inggris.

    Helmy pun mengaku menjawab kalau semua stasiun televisi ingin punya konten yang banyak ditonton orang. TVRI diberi kepercayaan karena dapat menjangkau lima kali lipat dari televisi lain sehingga diminta bekerja sama dengan Mola TV untuk penayangan Liga Inggris. "Saya cuma jawab ini rejeki anak saleh," ucapnya.

    Direktur Keuangan TVRI Isnan Rahmanto menjelaskan anggaran pemerintah untuk TVRI telah disusun satu tahun sebelumnya. Sementara program Liga Inggris muncul di pertengahan 2019.

    "Artinya, secara anggaran memang belum disediakan. Tetapi direksi secara kolektif kolegial memutuskan bahwa anggaran ini dimungkinkan untuk dibiayai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," kata Isnan.

    Program Liga Inggris tersebut juga telah dilaporkan ke Dewas TVRI. Direktur Program dan Pemberitaan TVRI Apni Jaya Putra menjelaskan, Dewas TVRI sepakat untuk menjalankan program Liga Inggris.

    "Dewas TVRI meminta memaksimalkan peluang untuk meningkatkan PNBP. Ketua dewas hadir pada saat launching Liga Inggris," kata Apni.

    Sebelumnya, Dewas TVRI menonaktifkan Dirut TVRI Helmy Yahya lewat Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 pada Rabu, 4 Desember 2019. Direktur Teknik TVRI Supriyono ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI.
     
    Menanggapi surat keputusan tersebut, Helmy Yahya juga mengirimkan surat kepada Dewan Pengawas TVRI dan menyatakan dirinya masih Direktur Utama TVRI yang sah periode 2017-2022 dan akan tetap menjalankan tugas.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id