• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 18 SEP 2018 terkumpul RP 19.911.330.901

Nuruzzaman Disebut tak Aktif di Partai

Whisnu Mardiansyah - 13 Juni 2018 10:52 wib
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto:
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku tak tahu banyak rekam jejak mantan kader Muhammad Nuruzzaman. Menurutnya, Nuruzzaman tak banyak aktif di kegiatan partai. 

"Saya enggak kenal beliau, saya enggak pernah mendengar nama beliau, mungkin beliau enggak aktif. Enggak tahu kebijakan partai," kata Andre saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018.

Andre menerangkan, meski menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, tak banyak kontribusi dan pengaruh Nuruzzaman di Partai Gerindra. Bahkan, dalam setiap agenda kepartaian, yang bersangkutan tak pernah muncul.

Jadi kata Andre, cukup beralasan jika Nuruzzaman tak pernah tahu arah kebijakan partai. Sehingga, tudingan-tudingannya dalam surat terbuka itu sama sekali tak mencerminkan arah dan sikap kebijakan Partai Gerindra. 

"Dia enggak pernah acara temu kader, rapat partai, Rakornas, itu kan kalau beliau ikut bagaimana sikap partai sangat junjung nilai-nilai kebangsaan. Dia asal berkomentar," tandas Andre. 

(Baca juga: Gerindra Tuding Nuruzzaman Tebar Hoaks)

Sebelumnya, Muhammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari jabatan Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Gerindra. Zaman tak kuasa membendung amarahnya. 

Ia menilai manuver Gerindra saat ini terlalu patriotik dan lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politik praktis. Nilai Indonesia Raya, kata dia, telah hilang di setiap kader partai.

"Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitenya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat," ungkapnya.

Zaman mengaku sudah berniat untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017. Ia menganggap isu SARA sudah melampaui batas, ditambah kontribusi elite Gerindra yang haus kekuasaan tanpa peduli pada rakyat.




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.