comscore

Seniman, Budayawan, dan Akademisi Resah dengan Nalar Berpikir Publik

Indriyani Astuti - 28 Januari 2022 16:19 WIB
Seniman, Budayawan, dan Akademisi Resah dengan Nalar Berpikir Publik
Ketua Akademi Jakarta sekaligus sastrawan Seno Gumira Ajidarma. Dok. Tangkapan Layar.
Jakarta: Budayawan, seniman, dan akademisi yang menjadi anggota Akademi Jakarta resah terhadap situasi yang terjadi belakangan ini. Nalar masyarakat dianggap makin jauh dari pemikiran kritis terhadap isu-isu yang seharusnya menjadi diskursus publik.

Sebaliknya, intoleransi, kerusakan lingkungan, dan politik yang dikuasai oligarkhi makin marak dan mengorbankan lingkungan. Akademi Jakarta pun membuat rekomendasi dalam lima aspek untuk mengatasi permasalahan ini.

Berikut lima aspek rekomendasi Akademi Jakarta:

  1. Pendidikan
  2. Lingkungan hidup
  3. Sosial
  4. Ekonomi
  5. Politik.
Ketua Akademi Jakarta sekaligus sastrawan Seno Gumira Ajidarma mengatakan ada gejala memprihatinkan, yakni kehancuran nalar publik. Dia mencontohkan dalam aspek sosial, intoleransi saat ini dianggap hal biasa. Di bidang ekonomi, adanya kecenderungan hasrat politik yang mengakibatkan kerusakan ekologis.
"Nalar publik sudah berada dalam keadaan rawan sehingga kita merasa perlu (memberikan rekomendasi). Alasan rekomendasi difokuskan pada lima bidang, ini menentukan wajah kehidupan kita selama ini," kata Seno dalam konferensi pers yang digelar daring, Jumat, 28 Januari 2022.

Pendidikan juga menjadi perhatian besar sehingga menjadi poin pertama dalam rekomendasi Akademi Jakarta. Dalam rekomendasi di bidang pendidikan, Akademi Jakarta ingin agar pengembangan pendidikan lebih holistik, yang menajamkan kepekaan sosial, kesadaran kritis, inovatif, dan pemanfaatan sumber budaya untuk memecahkan masalah lokal dan global.

"Memajukan pendidikan seni, dan humaniora dimajukan sejak dini dengan mendayagunakan seni dan budayawan setempat untuk menghidupkan budaya nusantara," ujar sastrawan, Afrizal Malna.

Di bidang lingkungan hidup, Akademi Jakarta mendorong kebijakan ekologis berbasis kearifan lokal yang didukung sains dan teknologi melalui kerja sama masyarakat dengan industri swasta maupun pemerintah. Kemudian, kebijakan ini harus menggunakan kapabilitas warga serta keberlanjutan sumber daya alam sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Terkait intoleransi sosial, Akademi Jakarta mendorong memperbanyak ruang publik yang untuk menghasilkan interaksi sosial lintas budaya dan kebersamaan. Selain itu, Akademi Jakarta meminta ada pelatihan literasi media, budaya, dan pengetahuan untuk mempertajam nalar kritis.

Di bidang ekonomi, Akademi Jakarta mendesak diterapkannya paradigma ekonomi yang ekologis berbasis partisipasi masyarakat dengan penekanan pada ekonomi sirkular dan keadilan sosial. " Mengembalikan relasi kekuasaan ekonomi agar sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33," ujar Afrizal.

Sementara itu, rekomendasi di bidang politik, yakni memulihkan fungsi partai alih-alih untuk meraup kekuasaan untuk menjadi saluran aspirasi rakyat dan wahana pendidikan politik beretika. Selain itu, Akademi Jakarta meminta pendidikan politik dilaksanakan sejak dini untuk menanamkan sifat jujur, sportif, bertanggung jawab, serta berkomitmen melindungi kaum rentan dan lemah.

Aktivis sosial dan pengajar, Sandyawan Sumardi, menuturkan rekomendasi tersebut ditujukan kepada publik. Para anggota Akademi Jakarta khawatir dengan fenomena bagaimana media sosial menggiring opini, serta cara pandang dan berpikir publik jauh dari masalah yang esensial menyangkut bangsa.

Filsuf Karlina Supelli menambahkan melemahnya pemikiran kritis di publik menjadi kegelisahan di kalangan anggota AJ. Padahal, hal itu dibutuhkan dalam menilai kebijakan yang tengah dibuat. Oleh karena itu, rekomendasi tersebut ditujukan bagi masyarakat luas sehingga tergerak untuk kepentingan bersama.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id