comscore

Kendala Umrah, Mulai Penumpukan Jemaah hingga Biaya Tinggi

Media Indonesia.com - 13 Mei 2022 10:17 WIB
Kendala Umrah, Mulai Penumpukan Jemaah hingga Biaya Tinggi
Ilustrasi ibadah umroh/AFP.
Jakarta: Konsul Jenderal (KJRI) Jeddah Eko Hartono membeberkan kendala umrah. Salah satunya penumpukan jemaah umrah di Bandara Jeddah saat kepulangan 4 Mei 2022.

"Karena banyaknya jemaah yang akan pulang di hari yang sama. Kebetulan juga banyak pekerja bandara masih libur Idul Fitri," kata Jeddah dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 13 Mei 2022.
Menurut dia, penumpukan terjadi karena beberapa hal yang berkaitan dengan kekurangsiapan pelayanan di bandara Jeddah. Kemudian, manajemen perjalanan jemaah oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terlalu cepat memulangkan jemaah.

Baca: Pengusaha Travel Diminta Dorong Wisata Religi bagi Jamaah Umrah

"Kami juga perlu meminta kepada PPIU agar tidak terlalu cepat mengantarkan jemaah ke bandara kepulangan. Idealnya jemaah berangkat dari hotel Makkah tujuh jam sebelum waktu take off, jangan lebih awal," jelas Eko.

Temuan selanjutnya yakni beberapa jemaah umrah harus membayar biaya sangat tinggi pada umrah akhir ramadan. Tim KJRI mendapatkan informasi jemaah umrah harus membayar lebih dari Rp100 juta.

"Sayangnya jemaah tersebut mendapatkan pelayanan yang tidak sebanding dengan biaya yang dibayarkan," ujarnya.

Selain itu Eko juga menyoroti penyelenggaraan ibadah haji khusus. Waktu yang tersedia menurutnya sudah sangat sedikit sementara masih banyak hal yang harus dipersiapkan.

"Kementerian Agama dan KJRI harus bekerja sama yang solid dan intensif dalam menyiapkan berbagai hal untuk penyelenggaraan ibadah haji. Berkurangnya kuota juga akan memberikan pengaruh seperti potensi meningkatnya jumlah jemaah haji mujammalah atau haji furada," katanya.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin menerangkan Kementerian Agama akan memperkuat fungsi pengawasan haji khusus selama penyelenggaraan ibadah haji. Menurut dia, keberangkatan haji mujammalah hanya boleh dilakukan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"PIHK juga wajib melaporkan data jemaah haji mujammalah kepada Kementerian Agama," ujar Nur.

Kementerian Agama dan KJRI siap membantu PIHK dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji khusus.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id