comscore

Pemerintah Daerah Didorong Gunakan Produk Dalam Negeri

Antara - 27 Mei 2022 04:13 WIB
Pemerintah Daerah Didorong Gunakan Produk Dalam Negeri
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro. Branda Antara
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro terus mendorong pemerintah daerah (pemda) meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang hendak menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sesungguhnya kita sudah cukup panjang waktu untuk terus bagaimana produk dalam negeri ini menjadi raja di negara kita sendiri, menjadi tuan di rumah sendiri,” kata Suhajar saat membuka gelaran Indonesia Maju Expo & Forum 2022 bertajuk "Bangga, Cinta & Pakai Produk Indonesia" yang berlangsung secara daring dan luring dari Jakarta Convention Center, Kamis, 26 Mei 2022.
Suhajar mengatakan dukungan terhadap produk dalam negeri dibutuhkan, mengingat UMKM merupakan salah satu sektor yang terpukul akibat pandemi. Apalagi, sektor UMKM merupakan lapangan usaha yang banyak menyerap tenaga kerja, sehingga memberi penghidupan kepada masyarakat.
 
Untuk menggerakkan sektor tersebut, Presiden telah mengarahkan minimal 40 persen anggaran pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang terdapat dalam APBN dan APBD dialokasikan untuk penggunaan produk dalam negeri. Itu merupakan bagian dari upaya memproteksi perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh.
 
Oleh karena itu, kata Suhajar, sekretaris daerah sebagai panitia anggaran dan pengontrol penggunaan keuangan daerah dapat mengalokasikan penggunaan produk dalam negeri. Dia mencontohkan penggunaan anggaran dalam menyediakan berbagai kebutuhan, seperti konsumsi saat menggelar forum rapat.

“Waktu di rapat, sekda harus mengontrol konsumsinya makan apa, harus membeli (dari) ibu-ibu yang (jualan produk dalam negeri untuk) menyiapkan snack-snack rapat tadi, bukan makanan lain, itu contoh-contoh nyata,” ucap dia.

Baca: Baru 18,6%, Luhut Minta Belanja Produk Dalam Negeri Dikebut

Suhajar juga menekankan agar pemda dapat membantu para pelaku UMKM memasukkan produknya ke dalam sistem e-Katalog yang telah dibangun oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Baran/Jasa Pemerintah (LKPP). Langkah tersebut perlu dilakukan agar produk UMKM dapat mudah diakses oleh pemerintah dalam memenuhi pengadaan barang dan jasa.

“Tugas Sekda, Pak Bupati perintahkan Pak Sekda, Pak Sekda silakan perintahkan asisten terkait agar (produk) UMKM-UMKM ini tayang di e-Katalog,” kata dia.
 
Selain itu, dia mengajak para pihak BUMN seperti perbankan maupun swasta dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengemas produknya secara lebih menarik. Dengan begitu, produk tersebut mampu bersaing dengan berbagai produk lainnya.
 
“Sinergisitas-sinergisitas seperti inilah sesungguhnya yang diharapkan Pak Presiden (dan) Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), sehingga seluruh kawan-kawan akan merasakan manfaatnya karena kebersamaan kita ini membangun UMKM kita dapat tumbuh berkembang dengan baik,” ujar Suhajar.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id