34.300 Pekerja Migran Pulang ke Indonesia pada Mei-Juni

    Siti Yona Hukmana - 09 Mei 2020 19:39 WIB
    34.300 Pekerja Migran Pulang ke Indonesia pada Mei-Juni
    Ilustrasi pekerja migran Indonesia tiba di Bandara Soekarno Hatta. Medcom.id/Hendrik
    Jakarta: Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, menyebut ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) pulang ke tanah air pada Mei hingga Juni 2020. Mereka pulang karena habis kontrak kerja.

    "Totalnya nanti kurang lebih 34.300. Ini yang harus kita waspadai," kata Benny dalam diskusi virtual MNC Trijaya dengan tema Perlindungan Pekerja Migran di Tengah Pandemi, Sabtu, 9 Mei 2020

    Benny mengatakan BP2MI siap menjemput ribuan PMI tersebut. Penanganan kepulangan ribuan PMI dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona (covid-19).

    "Kita sudah melipatgandakan petugas di lapangan, dari 75 dalam kondisi normal saat penaganann kepulangan PMI, sekarang menjadi 150 petugas yang kita tempatkan di setiap titik embarkasi," ujar Benny.

    Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk mengantisipasi kepulangan ribuan PMI tersebut. Presiden tidak ingin terjadi gelombang kedua penyebaran virus korona di tengah kembalinya ribuan PMI itu.

    (Baca: Jokowi Wanti-Wanti Potensi Gelombang Kedua Covid-19)

    Benny memastikan penanganan kedatangan PMI sudah dipersiapkan dengan baik. Pertama-tama, PMI harus melalui kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Pekerja migran tersebut nantinya terlebih dahulu dicek kesehatan dengan rapid test virus korona.

    Dia menuturkan bila dinyatakan positif, maka mereka akan dibawa tim gugus tugas penanganan virus korona ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat. Sementara PMI yang dinyatakan negatif akan melalui tahap pemeriksaan di imigrasi.

    "Setelah lulus imigrasi, maka BP2MI yang menangani mereka," tutur dia.

    Setelah mengurus surat-surat di BP2MI, pekerja migran itu diperbolehkan pulang ke kampung halaman. Namun, BP2MI tidak lepas tangan. Benny, mengaku terus memantau pergerakan PMI dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

    "Jadi mereka kita sarankan isolasi mandiri selama 14 hari, kemudian kesehatan mereka juga kita pantau dan kita berikan nomor hotline agar bisa melaporkan perkembangan kesehatan mereka," kata Benny.

    Benny menyebut pihaknya membentuk media center untuk memantau pergerakan kepulangan pekerja migran. Media center akan memperbarui data kepulangan PMI setiap hari. Kemudian, BP2MI juga membentuk krisis center yang bisa melayani pengaduan 24 jam.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id