MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Kemampuan Pekerja Indonesia akan Ditingkatkan untuk Bersaing di Jepang

    Achmad Zulfikar Fazli - 29 Maret 2019 03:39 WIB
    Kemampuan Pekerja Indonesia akan Ditingkatkan untuk Bersaing di Jepang
    Para pekerja beraktivitas di sebuah situs konstruksi di Tokyo, Jepang, 3 Juli 2017. (Foto: AFP/TOSHIFUMI KITAMURA)
    Jakarta: Pemerintah akan berusaha meningkatkan kemampuan kerja dan bahasa para tenaga kerja Indonesia (TKI) agar bisa bekerja di Jepang. Sebab, dua hal itu menjadi salah satu persyaratan baru agar bisa bekerja di Negeri Sakura.

    "Jadi Jepang memiliki satu regulasi baru mengenai masalah tenaga asing yang akan bekerja di Jepang," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.
    Indonesia, kata dia, akan bersaing dengan sembilan negara untuk mengambil peluang kerja di Jepang. Negara-negara tersebut yakni Indonesia, Vietnam, Filipina, Kamboja, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Pakistan dan China. Apalagi, Jepang kini tengah membutuhkan tenaga kerja asing dalam jumlah yang besar sekitar 345.150 pekerja per lima tahun. 

    Bidang pekerjaan yang diperlukan ada 14 kategori, antara lain care worker, machinery industry, building, dan cleaning management.

    "Jadi intinya, kami dengan Pak Wapres membahas bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan peluang yang  ada di Jepang untuk menambah jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang," kata dia.

    Pemerintah saat ini sedang bernegosiasi untuk memastikan jumlah tenaga kerja Indonesia yang dapat dikirim ke Jepang. Pada 2 April 2019, akan ada video conference dengan pihak Jepang untuk membahas masalah ini. 

    Sementara itu, pemerintah kini masih menyelesaikan memorandum of cooperation (MoC) dengan pemerintah Jepang. "Sementara melanjutkan negosiasi, kita juga siapkan infrastrukturnya," ucap dia.

    Retno tidak khawatir dengan kemampuan pekerja Indonesia. Namun dengan jumlah peluang kerja yang besar ini, pemerintah harus mempersiapkan secara matang kemampuan para pekerja Indonesia.

    "Karena peluangnya cukup besar, tentu ini menjadi sesuatu yang menantang dan harus dipersiapkan betul-betul," ujar Retno.

    Pemerintah juga akan mempertimbangkan sektor mana saja yang akan diambil oleh para pekerja Indonesia. Sehingga, Indonesia tidak kekurangan pekerja pada sektor yang sama.

    "Jangan sampai kita kirim banyak-banyak lalu kita kurang di sektor itu," kata dia.

    Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanief Dhakiri memastikan MoC dengan Jepang segera diselesaikan. Sehingga, pemerintah bisa dengan cepat mempersiapkan tenaga kerja yang siap untuk dikirim ke Jepang.

    "Kalau MOC selesai April, akan baik untuk kita, karena kita bisa langsung menindaklanjutinya dengan mempersiapkan infrastruktur untuk penempatan tenaga kerja kita, termasuk di dalamnya soal persiapan untuk bahasanya," kata Hanief.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id