Silaturahmi 'Plus-plus' Airlangga Hartarto Menuju Pilpres 2024

    Al Abrar - 30 April 2021 14:57 WIB
    Silaturahmi 'Plus-plus' Airlangga Hartarto Menuju Pilpres 2024
    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. MI/PIUS ERLANGGA



    Jakarta: Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai safari politik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sangat tepat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Penjajakan jauh sebelum pemilihan umum (pemilu), dinilai penting untuk membangun relasi politik. 

    "Ini bagian silaturahmi 'plus-plus'. Plusnya itu komunikasi antara partai itu memang perlu dibangun, bicara sifatnya normatif, tentang kebangsaan, ekonomi dan lain-lain," kata Adi saat dihubungi, Jumat 30 April 2021






    Adi mencatat, pertemuan Airlangga dengan sejumlah pimpinan partai seperti Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PPP Suharso Monoarfa, dan terakhir dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu adalah upaya merajut jalan panjang menuju 2024. Apalagi, Partai Golkar sudah mematok Airlangga untuk maju sebagai calon di 2024.

    "Maka ini adalah bagian Airlangga agar bisa membuka komunikasi politik dengan parpol, kelompok, dan stakeholder menuju 2024," kata Adi. 

    Baca: Golkar dan PKS Sepakat Kedepankan Politik Kebangsaan

    Menurut dia, komunikasi jauh-jauh hari dengan partai menengah perlu dilakukan. Pasalnya, perlu ambang batas 20 persen untuk mengusung calon presiden (capres). 

    "Terutama, untuk mencari partner koalisi. Karena kader Golkar juga kan sudah meminta Airlangga maju dan itu langkah positif," kata Adi.

    Dia meyakini Airlangga menjadi salah satu sosok yang realistis dan potensial maju di Pilpres 2024. Sebagai ketum partai, Airlangga memiliki dukungan kader, dan hal itu menjadi keistimewaan tersendiri untuk Airlangga. 

    "Saya menduga ada head to head antara ketum partai yang potensial maju seperti Airlangga dengan kandidat-kandidat populer seperti Anies Baswedan dan Ridwan kamil," ujar Adi.

    Airlangga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ketum partai. Terakhir, Airlangga bertemu dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Kedua belah pihak sepakat mengedepankan politik kebangsaan.
     
    "Kita akan mendahulukan politik kebangsaan dan juga diharapkan politik identitas itu akan ditinggalkan," kata Airlangga di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis, 29 April 2021.
     
    Airlangga menyebut Golkar dan PKS ingin mempertahankan identitas Indonesia dalam berpolitik. Yakni, membangun kebhinekaan dan persatuan NKRI.
     
    Golkar menyambut mengapresiasi safari politik yang dilakukan PKS. Menurut Airlangga, kegiatan yang dilakukan PKS sangat baik meski berada di luar koalisi pemerintah.
     
    "Ke depannya adalah menghargai perbedaan namun mengutamakan persamaan, sehingga ini yang menjadi basis partai-partai politik kedepan demikian," ujar Airlangga.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id