Pemerintah Dinilai Gagal Tangkap Aspirasi Orang Papua

    Emir Chairullah - 30 April 2021 03:22 WIB
    Pemerintah Dinilai Gagal Tangkap Aspirasi Orang Papua
    Ilustrasi pasukan antiteroris. Medcom.id/M Rizal



    Jakarta: Keputusan pemerintah menetapkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai pelaku terorisme dinilai memprihatinkan. Langkah ini menunjukkan pemerintah memilih pendekatan keamanan ketimbang negosiasi dalam menyelesaikan konflik Papua.

    “Alasan TPN OPM yang dilabeli KKB dan sekarang teroris menunjukkan pemerintah tidak mampu membaca aspirasi sebagian masyarakat Papua untuk lepas dari Indonesia. Bukannya negosiasi yang dilakukan, ini malah menggunakan pendekatan keamanan dengan melabeli terorisme kepada aksi mereka,” kata pengamat politik lokal asal Papua, Frans Maniagasi, kepada Media Indonesia, Kamis, 29 April 2021.






    Dia menyampaikan seharusnya pemerintah menggunakan pendekatan yang sama ketika menyelesaikan konflik separatis di Aceh. Saat itu, pemerintah mau berdialog langsung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang perjuangannya sama dengan OPM.

    “Apalagi TPNPB OPM sudah bersedia berunding. Kok malah dijawab dengan pelabelan teroris ke mereka,” ujar dia.

    Baca: Pelabelan Teroris pada KKB Papua Dikhawatirkan Menutup Ruang Dialog

    Menurut salah satu anggota Tim Asistensi UU No.21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua tersebut, langkah ini sekaligus membuat orang asli Papua seperti musuh di Indonesia. Artinya, program Indonesia yang dilakukan terhadap orang asli Papua telah gagal.

    “Lantas buat apa Papua masuk ke Indonesia kalau setiap aspirasi dijawab dengan pendekatan keamanan,” ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id