Pasukan Perdamaian Dinilai Obat Pereda Ketegangan Palestina dan Israel

    Anggi Tondi Martaon - 15 Mei 2021 10:20 WIB
    Pasukan Perdamaian Dinilai Obat Pereda Ketegangan Palestina dan Israel
    Ilustrasi DPR. Medcom.id



    Jakarta: Pemerintah diminta mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerjunkan pasukan perdamaian di wilayah konflik Palestina dan Israel. Kebijakan tersebut dianggap sebagai obat pereda ketegangan antara kedua belah pihak.

    "Penempatan pasukan perdamaian di beberapa negara yang alami konflik selama ini terbukti berhasil menurunkan eskalasi konflik," kata anggota Komisi I Sukamta dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Mei 2021.

     



    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut tensi serangan antara Palestina dan Israel harus segera diturunkan. Masyarakat bakal menjadi korban bila serangan terus berlanjut.

    Hal itu terlihat dari serangan Israel ke Palestina dalam beberapa hari terakhir. Serangan melalui udara itu menewaskan 113 warga, 31 di antaranya merupakan anak-anak.

    Sukamta tak ingin agresi militer Israel ke wilayah Gaza kembali terulang. Agresi yang terjadi pada 2014 menewaskan 2.251 warga Palestina.

    (Baca: Menlu: Sudah Terlalu Lama Hak Palestina Digerogoti Israel)

    Namun, upaya mewujudkan pengiriman pasukan perdamaian dinilai agak sulit diwujudkan. Sebab, bakal ditentang Amerika Serikat.

    "Setiap rencana keputusan DK PBB bahkan yang sekadar berbentuk pernyataan mengutuk kejahatan perang Israel selalu ditentang oleh Amerika Serikat sebagai anggota tetap," ungkap dia.

    Namun, desakan pengiriman pasukan perdamaian tetap harus dilakukan. Hal itu bisa dilakukan melalui sidang darurat OKI maupun PBB.

    Wakil Ketua Fraksi PKS itu juga meminta pemerintah Indonesia segera menyiapkan pasukan perdamaian. Sehingga, mereka bisa langsung diterjunkan bila PBB membuat keputusan penempatan pasukan perdamaian di zona penyangga antara Israel-Palestina.

    "Saya kira jika ada penugasan ke wilayah Palestina tentu akan disambut dengan antusias oleh TNI karena Pemerintah Indosia selama ini berkomitmen kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi 2 negara sebagai langkah perdamaian di sana," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id