comscore

Ketua MPR Dorong Indonesia Aktif Wujudkan Perdamaian Dunia

Antara - 02 Maret 2022 22:53 WIB
Ketua MPR Dorong Indonesia Aktif Wujudkan Perdamaian Dunia
Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id
Jakarta: Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mendorong Indonesia terlibat aktif dalam mewujudkan dunia yang damai, adil dan sejahtera. Seiring perubahan geopolitik yang tidak lagi di bawah dominasi tunggal, seperti ketika berakhirnya perang dingin, tetapi multipolar.

Bambang mengingatkan Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 bisa menyerukan terwujudnya tatanan dunia yang damai. Hal itu diungkapkannya saat melantik pengganti antar waktu (PAW) Anggota MPR RI Moh. Haerul Amri dari Fraksi Partai NasDem dan Hendris Sitompul dari Fraksi Partai Demokrat di Gedung MPR RI, Jakarta.
"Kita tentunya ingin kepemimpinan Indonesia di G-20 tahun ini kelak dikenang dunia sebagai awal terwujudnya tatanan dunia yang damai, tumbuh berkelanjutan, serta menghapus segala penderitaan rakyat di dunia," kata Bambang dilansir Antara, Rabu, 2 Maret 2022.

Baca: AS Hantam Bank-Bank Besar Rusia dengan Sanksi atas Invasi ke Ukraina

Bambang menjelaskan Presiden Joko Widodo, dalam pidatonya di Roma pada Oktober 2021, telah menyatakan tema presidensi Indonesia di Forum G20 yaitu "Recover Together, Recover Stronger".

Menurut dia, tema tersebut merupakan komitmen Indonesia untuk membawa dunia lebih inklusif dan segera bangkit bersama-sama di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung. "Tahun 2022 ini adalah momentum Indonesia untuk memainkan peran besar dalam menciptakan dunia yang damai, adil, dan sejahtera," jelasnya.

Dia pun membahas perang tidak hanya terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Menurutnya, negara-negara besar yang kuat secara ekonomi dan militer saling bersaing untuk memperebutkan pengaruh ekonomi dan politik secara global maupun regional.

"Bukan hanya di Eropa Timur, tetapi juga terjadi di Timur Tengah, bahkan di kawasan Laut China Selatan, yang sewaktu-waktu dapat melahirkan eskalasi ketegangan," katanya.

Dia khawatir, jika perang berlangsung lama, maka harga minyak dunia diperkirakan dapat menembus ke level USD150 per barel dan mendorong terjadinya hiperinflasi global. Termasuk di Indonesia karena merupakan negara importir minyak.

Bambang menuturkan, semua pihak sangat berharap konflik Rusia dan Ukraina tidak berlangsung lama. perundingan diharapkan menghasilkan perdamaian permanen.

"Indonesia, sebagai negara bangsa yang berdaulat, tentunya memiliki peran strategis di kancah global; terlebih Indonesia kini memegang Presidensi G20, yang pada puncaknya 20 pemimpin dunia akan bertemu pada KTT G20 di Bali, bulan Oktober 2022," ujarnya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id