Wacana Pemekaran Natuna Perlu Kajian Mendalam

    Ilham Pratama Putra - 14 Januari 2020 11:08 WIB
    Wacana Pemekaran Natuna Perlu Kajian Mendalam
    Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada nelayan di Kabupaten Kepulauan Natuna. ANT/M Risyal Hidayat.
    Jakarta: Pemekaran sebuah wilayah tak bisa sembarangan. Harus ada kajian mendalam terkait wacana pemekaran Kabupaten Natuna menjadi provinsi.

    "Harus ada kajian objektif. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Bahtiar menjelaskan setiap tahapan pemekaran tercatat dalam aturan itu. Hanya saja Bachtiar tak memerinci tahapan pemekaran wilayah tersebut.

    Pakar hukum tata negara Juanda mengatakan ada sembilan ketentuan umum pemekaran wilayah. Pemerintah daerah harus menyiapkan perangkat daerah.

    "Bagaimana kesiapan pelayanan publiknya, kebutuhannya apa saja. Misalnya ada kedinasan tertentu seperti dinas kesehatan, dinas pariwisata," jelas Juanda kepada Medcom.id.

    Pemerintah daerah juga harus memiliki data wilayah yang jelas. Setidaknya, sebuah provinsi harus memiliki empat kabupaten.

    "Jangan tidak terpenuhi persyaratan secara sumber daya manusia, bagaimana potensi ekonomi, berapa orang, berapa daerah yang bergabung nanti ke Natuna itu," ungkap Juanda.

    Bagi Juanda, pemekaran Natuna layak dipertimbagkan. Hal ini tak lepas dari peningkatan keamanan wilayah tersebut.

    "Itu ide yang sangat bagus untuk direspons pemerintah sebagai salah satu strategi. Secara politik akan mempengaruhi negara-negara luar untuk melihat Natuna ini benar-benar dikelola secara efektif," pungkas dia.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id