Tiga Menteri Jokowi Recoki Pemilihan Ketum Golkar

    Arga sumantri - 28 November 2019 05:30 WIB
    Tiga Menteri Jokowi Recoki Pemilihan Ketum Golkar
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Fungsionaris Partai Golkar Syamsul Rizal menuding ada tiga menteri Presiden Joko Widodo ikut campur dalam pemilihan ketua umum (ketum) Golkar. Tiga menteri itu dikabarkan menekan dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar melalui kepala daerah agar memilih Airlangga Hartarto sebagai ketum dalam forum musyawarah nasional (munas).

    "Ada tiga pembantu presiden yang telepon DPD, dan ketua-ketua DPD tingkat 1, dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu, 27 November 2019. 

    Syamsul ogah mengungkap identitas tiga menteri dimaksud. Ia hanya menyatakan salah satu di antaranya merupakan menteri yang berasal dari kader Golkar. Lainnya, yakni akademisi dan menteri dari partai politik lain. 

    "Tapi yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno. Mensesneg, (Menteri Sekretaris Negara)" ungkapnya.

    Menurut Syamsul, aksi tiga ini menteri ini dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi. Sebab, Jokowi sudah menyatakan tak mau ikut campur urusan internal Golkar. 

    "Lah wong Pak Jokowi baik sama Bamsoet (Bambang Soesatyo) dan Airlangga," ujarnya.

    Syamsul menyebut tiga pembantu presiden itu tidak punya jabatan politik di partai. Ia menuding ketiganya hanya mencari legitimasi politik ke Presiden Jokowi. 

    "Biar presiden itu percaya mereka punya kekuatan politik, padahal sebenarnya enggak. Hanya banyak bicara," tegasnya.

    Syamsul mengaku tak paham maksud ketiga menteri itu ikut campur dalam pemilihan ketum Golkar. Ia menduga ada faktor kedekatan bisnis dan juga satu almamater dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

    Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal juga mengamini. Namun, ia enggan memerinci identitas ketiga menteri yang dituding ikut campur terkait pemilihan ketum Golkar tersebut. 

    "Dengarnya ada juga, dengarnya ada, tapi enggak tahu siapa," kata Robert di Kantor DPP Partai Golkar.

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Paulus ogah mengomentari kabar tersebut. Ia mengaku tak mengetahui soal dugaan tiga menteri Presiden Jokowi ikut campur masalah pemilihan ketum Golkar.

    "Maaf, maaf, no comment kalau masalah itu," singkat Lodewijk. 

    Fokus pemenangan di munas

    Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menepis adanya tudingan tiga menteri Presiden Jokowi ikut campur masalah pemilihan ketum Golkar. Dia meminta para kandidat calon ketua umum Golkar fokus kepada program-programnya untuk meyakini DPD tingkat I dan tingkat II sebagai pemilik suara.

    "Sudahlah, enggak usah ngigau ngomong ke mana-mana. Munas sudah di depan mata, tinggal beberapa hari ke depan. Kalau mau maju jadi calon ketua umum, yakinkan para pemegang suara dengan konsep dan gagasan untuk kemajuan Partai Golkar lima tahun ke depan," ujar Ace kepada Medcom.id

    Ace menyebut Golkar merupakan partai yang matang berdemokrasi. Sehingga, kegaduhan yang sengaja diciptakan tak akan membuat sikap pengurus di daerah dalam memilih ketua umum selama lima tahun ke depan.

    "Partai Golkar itu partai yang sudah dewasa dan matang berdemokrasi. Tidak akan terpengaruh dengan berbagai kegaduhan yang sengaja diciptakan untuk mencuri perhatian pihak-pihak yang ingin mendapatkan dukungan," pungkas dia.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id