comscore

Pemecatan Terawan Dinilai Berbahaya dan Membuat Takut Dokter Berinovasi

Anggi Tondi Martaon - 27 Maret 2022 11:56 WIB
Pemecatan Terawan Dinilai Berbahaya dan Membuat Takut Dokter Berinovasi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah). Istimewa.
Jakarta: Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang memberhentikan dokter Terawan Agus Putranto sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sangat disayangkan. Keputusan tersebut dinilai sangat berbahaya.

"Kenapa keputusan ini berbahaya? Terus terang begini, dengan adanya rekomendasi MKEK ini saya khawatir akan menjadi yurisprudensi bagi masalah serupa di masa yang akan datang, sehingga menyebabkan para dokter-dokter kita takut untuk mencoba dan berinovasi dengan berbagai riset-risetnya," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melalui keterangan tertulis, Minggu, 27 Maret 2022.
Ketua Harian DPP Partai Geirndra itu menyampaikan IDI seharusnya menyokong berbagai inovasi yang dikembangkan anggotanya. Sehingga, bisa membuat sektor kesehatan Tanah Air lebih maju dan berkembang.

"Jangan sampai sebuah inovasi atau prestasi yang harusnya diapresiasi, ini malah diganjar dengan sanksi," kata dia.

Anggota Komisi IX DPR itu meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkaji rekomendasi yang dikeluarkan MKEK IDI. Terutama, dari aspek hukum dan perundang-undangan.

Baca: IDI Setop Keanggotaan Dokter Terawan

Di sisi lain, IDI memang memiliki kewenangan luas dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Dia meminta Komisi IX DPR dan AKD terkait untuk merevisi dan mengkaji secara komprehensif terkait dengan UU Praktik Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran.

"Saya pikir evaluasi dan penyesuaian dari sebuah UU adalah hal yang biasa agar UU terkait itu lebih relevan dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan dari masyarakat saat ini," ucap dia.

Kemudian, kata dia, evaluasi juga akan dilakukan terhadap organisasi profesi kedokteran yang ada dalam UU terkait. Sehingga, sesuai dengan aspirasi dan masukan dari masyarakat.

"Sehingga, IDI dan juga organisasi profesi kedokteran lainnya itu tidak terkesan super body dan super power," ujar dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id