comscore

Aksi Protes Penolakan UAS ke Singapura Dinilai Tak Perlu

Theofilus Ifan Sucipto - 22 Mei 2022 12:36 WIB
Aksi Protes Penolakan UAS ke Singapura Dinilai Tak Perlu
Pakar politik dan hubungan internasional Hikmahanto Juwana. Medcom.id/Theo
Jakarta: Pakar politik dan hubungan internasional Hikmahanto Juwana menilai aksi protes penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Singapura tidak perlu. Apalagi, sampai mendesak pemerintah memulangkan duta besar Singapura untuk Indonesia.

“Karena kita seolah-olah tidak menghormati kedaulatan negara lain terlepas dia negara kecil atau besar. Ini jadi tidak produktif,” kata Hikmahanto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘UAS Ditolak Singapura, Jangan Jadi Gaduh di Indonesia,’ Minggu, 22 Mei 2022.
Hikmahanto mengatakan seyogianya setiap negara saling menghormati kewenangan negara lain. Dia yakin Indonesia keberatan bila negara lain merecoki kedaulatan dalam negeri.

“Kita juga ingin diperlakukan begitu, (tidak direcoki) kalau menolak warga negara asing masuk karena merupakan hak mutlak Indonesia,” papar dia.

Hikmahanto menegaskan petugas imigrasi memiliki hak subjektivitas. Hak itu memungkinkan petugas mengecek latar belakang, mewawancarai turis, hingga menolak turis masuk ke negaranya.

Menurut Hikmahanto, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan pemerintah Singapura perlu menjelaskan hal tersebut. Supaya masyarakat bisa melihat pemerintah sudah berupaya dengan maksimal.

“Dan tidak meneruskan permasalahan ini,” ujar dia.

Baca: KSP: UAS Ditolak ke Singapura, Jangan Bikin Gaduh di Indonesia

Sebelumnya, UAS mengaku dideportasi dari Singapura. Ia tak tahu alasannya dideportasi.

"Info bahwa saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoaks," ucap dia dalam Youtube hai guys official, Selasa, 17 Mei 2022.
 
UAS pergi ke Singapura bersama lima orang lainnya. Yakni, keluarga sahabatnya serta istri dan anaknya. "Saya berangkat Senin siang dari Batam pada 16 Mei 2022, sampai di Pelabuhan Tanah Merah pukul 01.30 waktu Indonesia," terang dia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura angkat bicara terkait kasus tersebut. KBRI Singapura menyatakan UAS tidak diizinkan masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing untuk berkunjung ke negara itu.
 
"Jadi, tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura," kata Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, kepada Medcom.id, Selasa, 17 Mei 2022.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id