comscore

BP2MI Bakal Berangkatkan 200 PMI Sebagai Perawat di Jerman

Aria Triyudha - 11 Februari 2022 06:30 WIB
BP2MI Bakal Berangkatkan 200 PMI Sebagai Perawat di Jerman
Kepala BP2MI Benny Rhamdhani/Medcom.id/Aria
Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bakal memberangkatkan 200 PMI terlatih ke Jerman. Ratusan PMI ini bakal bekerja sebagai perawat melalui skema penempatan Government to Government (G to G) di negara Benua Eropa tersebut.

"Ini sangat bersejarah bagi Indonesia. Sebab ini pertama kalinya bagi Indonesia atau (negara) pertama di dunia menempatkan perawat ke Jerman melalui skema Government to Government (G to G)," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdhani di Kantor BP2MI, Jalan Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis, 10 Februari 2022.
Dia menjelaskan skema G to G dan Government to Private (G to P) menjadi fokus BP2MI karena keduanya melibatkan pemerintah Indonesia yang berperan aktif sejak proses pendaftaran hingga penempatan PMI. Artinya, pemerintah Indonesia melalui BP2MI menjamin aspek kualifikasi, kemampuan, keterampilan hingga  perlindungan bagi PMI yang akan dikirim ke luar negeri.

"Karena bagi kami, PMI adalah wajah Indonesia," ujar Benny.

Ia menekankan peran aktif pemerintah sejak awal dalam pengiriman PMI berkualitas ke negara lain sekaligus upaya memerangi mafia atau sindikat penempatan tenaga kerja ilegal ke luar negeri.

Baca: 553 Pekerja Migran Indonesia Diberangkatkan ke Korea Selatan

Sebab, BP2MI pada Desember 2021 mengungkapkan, berdasarkan data World Bank terdapat 9 juta PMI di 150 negara. Namun, 4, 6 juta orang di antaranya unprosedural. Pasalnya, kata Benny saat itu, hanya 4,4 juta PMI tercatat di dalam sistem milik BP2MI yang dipastikan  berangkat secara prosedural.

Selain itu, pengiriman PMI sebagai perawat ke Jerman sebagai upaya mendongkrak kembali pengiriman tenaga kerja asal Indonesia. Sebab, BP2MI mencatat terjadi penurunan penempatan PMI sejak pandemi covid-19 mengemuka. Pada 2020,  tercatat 113 ribu PMI dikirim ke luar negeri. Sedangkan pada 2021, hanya 72 ribu PMI.

Saat ini, sambung Benny, 200 PMI yang akan diberangkatkan sebagai perawat ke Jerman tengah mengikuti tes dan pelatihan. Dua aspek ini mengikuti standar yang ditentukan Jerman.

Ia memastikan ratusan PMI yang akan dikirim ke Jerman memahami dasar-dasar ilmu keperawatan. "Tinggal dilatih kemampuan berbahasa dan mereka sudah memiliki surat tanda register keperawatan," terang Benny.

Selanjutnya, BP2MI segera membuka kembali pengiriman PMI untuk ditempatkan sebagai perawat di Jerman. Kuotanya mencapai 500 orang.

Di sisi lain, Benny memastikan proses pengiriman para PMI ke Jerman memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Pemenuhan prokes diterapkan sejak PMI diberangkatkan dari kampung halamannya masing-masing. Tempat karantina bagi PMI sebelum diterbangkan ke Jerman juga harus mematuhi prokes pencegahan covid-19.

"Di tempat karantina mereka juga harus patuh prokes, tidak boleh keluar ruangan dan atu kamar untuk satu orang. Hingga mereka terbang dinyatakan negatif dan saat tiba di Jerman harus taat prokes," tegas Benny.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id