comscore

Parpol Lamban, Suara Milenial Terancam Mubazir

Yogi Bayu Aji - 19 Desember 2021 17:47 WIB
Parpol Lamban, Suara Milenial Terancam Mubazir
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Generasi Z dan milenial disebut bakal jadi kunci kemenangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Namun, suara milenial terancam mubazir bila partai politik (parpol) lambat bergerak.

“Partai politik dan capres-cawapres harus bekerja keras karena literasi dan edukasi politik yang rendah menjadi tantangan tersendiri untuk meraup suara mereka,” ujar Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto, dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 Desember 2021.
Merujuk hasil Sensus Penduduk 2020, populasi gen Z (lahir antara 1997-2012) mencapai 74,9 juta atau 27,7 persen dari total 270,2 juta penduduk. Sementara itu, generasi milenial (lahir 1981-1996) berjumlah 69,4 juta atau sekitar 25,9 persen dari total penduduk.

Penelitian Indopol Survey memperlihatkan 22,05 persen responden milenial dan gen Z sering memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai sumber informasi. Sebanyak 42,32 persen lainnya jarang mendapat informasi terkini terkait politik, 

Baca: Capres Perempuan Belum Dilirik Publik

“Artinya, dengan edukasi politik seperti ideologi hingga program kerja parpol, mereka akan memberi suara yang signifikan,” papar Ratno. 

Mereka mengandalkan media massa online nasional dan media lokal sebagai sumber informasi.  Pemilih milenial dan generasi Z dianggap sebagai pemilih rasional bila mendapat edukasi politik lebih dalam. 

“Hasil pembacaan mereka, menentukan pilihan politik mereka. Bahkan mereka menolak politik uang. Sikap tersebut tampak pada 37,4 persen menolak politik uang dengan berbagai alasan. Sementara yang menerima politik uang sebesar 24,8 persen,” ujar Ratno. 

Terkait sosok yang layak memimpin negeri, mereka menilai latar belakang tokoh nasional yang pas menjadi presiden ialah TNI (19,69 persen) dan kepala daerah (18,31 persen). Sementara itu, tokoh agama dipilih 8,66 persen responden dan ketua parpol 6,50 persen, 

“Ini jauh berbeda dari Pemilu 2004, pada awal Reformasi di mana calon-calon tokoh dari militer ditentang. Ini bisa dimaklumi, mereka tak pernah bersinggungan dengan rezim Orde Baru yang sangat militeristik,” ungkap Ratno.

Ratno menyebutkan survei dari pihaknya menemukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai capres dengan elektabilitas teratas (15,75 persen). Prabowo disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (14,37 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (13,58 persen), Menteri Pariwisata Sandiaga Uno (5,31 persen), dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5,31 persen). 

“Meskipun survei ini masih berjarak dua tahun lebih dari pemilu, tetapi bisa memberi gambaran kepada partai politik untuk menggarap pasar milenial, bila ingin memenangi Pemilu 2024,” imbuh Ratno. 

Co-founder Ruang Demokrasi, Ludhy Cahyana, mengatakan milenial yang diduga sebagian besar sebagai 'kaum rebahan' tenyata menjadi kelompok yang haus informasi. Hal ini menjadi tantangan bagi parpol untuk meraih suara mereka. Problematikanya, mereka merasa suaranya tidak terwakili legislator. 

“Sementara asupan-asupan informasi yang mereka terima, membuat mereka mencari figur-figur pembenah negeri ini. Ini seperti getaran kelompok yang menyatakan bagian dari 99 persen di New York atau jaket kuning di Paris,” ujar Ludhy. 

Ketidakterwakilan itu bisa mendorong lahirnya nasionalis kanan dan sekaligus fundamentalisme. Bila mereka mengkoreksi kondisi dengan ideologi di luar demokrasi, hal ini bisa menjadi masalah bagi perjalanan sejarah bangsa. 

Ruang Demokrasi mengimbau partai politik tersu mengedukasi generasi Z dan milenial. Pasalnya, sejarah hari ini sangat menentukan Indonesia pada masa yang akan datang. 

Jajak pendapat Indopol Survey melibatkan 1.230 responden berusia 17 tahun ke atas di 34 provinsi. Penentuan responden dilakukan dengan random sistematis.

Margin eror survei, yakni ±2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan via tatap muka dengan protocol kesehatan covid-19 pada kurun waktu 19–27 November 2021.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id